Miss Grand Tourism Indonesia 2025 Kenakan Batik Garudeya Malang di Ajang Internasional

A. Nugroho • Dipublikasikan Sabtu, 20 September 2025 | 02:09 WIB
MEMPESONA: Almira Athifa Zulfa, Miss Grand Tourism Indonesia 2025 saat mewakili Indonesia di ajang Global Supermodel Search 2025 dengan Batik Garudeya Malang.
MEMPESONA: Almira Athifa Zulfa, Miss Grand Tourism Indonesia 2025 saat mewakili Indonesia di ajang Global Supermodel Search 2025 dengan Batik Garudeya Malang.

MALAYSIA –Salah satu warisan budaya Kabupaten Malang, batik Garudeya berhasil tampil di ajang internasional.

Batik tersebut dikenakan oleh Almira Athifa Zulfa, Miss Grand Tourism Indonesia 2025 saat mewakili Indonesia di ajang Global Supermodel Search 2025 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia pada 16–20 September 2025.

Batik Garudeya yang dikenakan oleh Almira merupakan karya Tasya Lutfia Tunnisa, seorang perajin batik dari Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dengan brand Batik Melashi.

Batik ini lahir dari kreativitas anak bangsa yang dibina oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap UMKM ekonomi kreatif daerah agar dapat mendunia.

Motif Garudeya menggambarkan perpaduan antara kekuatan dan keanggunan. Motif ini terinspirasi dari filosofi burung Garuda yang melambangkan kebanggaan nasional, keberanian, dan kebebasan.

Keunikan corak inilah yang menjadikan Batik Garudeya khas Kabupaten Malang berbeda dan berdaya saing di pasar internasional.

Partisipasi Almira Athifa Zulfa di Global Supermodel Search 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM kreatif di Malang untuk semakin percaya diri.

Kehadiran karya lokal di ajang internasional membuktikan bahwa kualitas produk Indonesia sejajar dengan tren mode dunia.

"Saya merasa bangga bisa mengenakan Batik Garudeya Malang di panggung internasional. Batik ini bukan hanya busana, tetapi simbol identitas budaya yang mengangkat kearifan lokal,” ujarnya.

Dia merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari promosi UMKM di level dunia.

“Karena dengan cara ini, kita tidak hanya memperkenalkan karya batik Malang, tetapi juga membuka peluang bagi pengrajin daerah untuk dikenal lebih luas. Ini adalah langkah kecil untuk membawa batik Indonesia semakin mendunia,” tutur Almira.

Hal yang sama juga diungkapkan Dwi Juniarto, Tenaga Ahli Pariwisata dan Mentor Ekonomi Kreatif. Dia mengungkapkan, kehadiran Almira dengan Batik Garudeya Malang di ajang internasional merupakan bukti nyata bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi sarana diplomasi budaya yang efektif.

Menurutnya, UMKM tidak hanya perlu dukungan dalam aspek produksi, tetapi juga promosi yang tepat sasaran agar bisa masuk pasar global.

“Dengan momentum ini, kita menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar, baik dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif. Harapan kami, semakin banyak anak muda yang menjadi duta untuk membawa karya lokal ke panggung dunia," ungkap Dwi.

Sebagai informasi, Miss Grand Tourism Indonesia adalah ajang kecantikan yang tidak hanya mengedepankan penampilan. Tetapi juga peran aktif dalam diplomasi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Indonesia di kancah global. (zal)

Editor : A. Nugroho
grand Garudeya miss batik malang 2025 Tourism