Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Isu BBM Naik Picu Kepadatan di SPBU, Bagaimana dengan Warung Bensin Eceran?

Marsha Nathaniela • Rabu, 1 April 2026 | 15:35 WIB
Potret warung bensin eceran yang terletak di Sumbersari, Lowokwaru. Marsha Nathaniela/Radar Malang.
Potret warung bensin eceran yang terletak di Sumbersari, Lowokwaru. Marsha Nathaniela/Radar Malang.

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Informasi mengenai kenaikan BBM yang disebarkan melalui media sosial memicu kepanikan dari masyarakat.

Kemarin, pada hari Selasa (31/3), terjadi panic buying BBM di SPBU Sulfat, Kota Malang. Terlihat berbagai kendaran berjejer mengantre hingga keluar di pinggir jalan.

Situasi ini juga berdampak bagi warung yang berada di Sumbersari, Lowokwaru. Berdasarkan wawancara dengan salah satu penjual, isu kenaikan BBM yang tersebar membuatnya turut untuk membeli BBM dengan jumlah yang banyak agar tidak kehabisan stok.

Baca Juga: Stok Pertalite di Salah Satu SPBU Malang Sempat Kosong, Pertamina Imbau Warga Jangan Panic Buying

“Suami saya kemarin malam langsung pergi ke SPBU setelah mendengar perihal tersebut,” ungkap Santi (nama samaran), pada Rabu (1/4).

Santi juga menambahkan bahwa warungnya juga banyak didatangi oleh pengendara yang membeli BBM. Kondisi ini membuat penjualan BBM meningkat secara signifikan dari hari biasanya.

Sebelumnya, isu mengenai kenaikan BBM bermula dari dunia maya. Terdapat selebaran berisi logo dan tulisan Danantara Indonesia di pojok dan Pertamina Patra Niaga (PPN) di pojok kanan.

Disebutkan bahwa harga Pertamax menjadi Rp17.850 per liter dari harga Rp12.300 per liter. Selain itu, harga Pertamax Green turut naik, dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter. Di sisi lain, Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.450 dari sebelumnya Rp13.100 per liter.

Informasi tersebut langsung dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesnag), Prasetyo Hadi dalam video yang telah beredar di media sosial.

“Pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk mengutamakan kepentingan rakyat sehingga belum akan melakukan penyesuaian harga, baik BBM subsidi, maupun non-subsidi,” jelas Prasetyo Hadi, Selasa (31/3).

Di samping itu, pemerintah juga menjamin ketersediaan BBM dan berharap agar masyarakat mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat sehingga tidak melakukan panic buying.

Baca Juga: PT Jawa Pos Berdamai dengan Dahlan Iskan, Kasus Nany Widjaja Tetap Jalan

 

 

Editor : Aditya Novrian
#isu bbm naik #bensin eceran #warung madura #panic buying