KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus menekan angka pengangguran melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut dipaparkan Bupati Malang H M. Sanusi, dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang menyoroti penurunan tingkat pengangguran.
Presentasi digelar secara virtual pada Rabu (1/4) dari Pendopo Agung Kabupaten Malang. Dalam paparannya, Sanusi menegaskan penurunan pengangguran menjadi prioritas utama pembangunan daerah.
Baca Juga: Pemkot Malang Berhasil Turunkan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran pada 2025
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penguatan bursa kerja di tingkat SMK. Program ini dinilai efektif karena mampu menyalurkan lebih dari 3.000 lulusan langsung ke dunia kerja.
“Bursa kerja di SMK menjadi salah satu upaya nyata yang sudah berjalan dan memberikan hasil,” ujarnya.
Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga terus diperkuat. Pemkab Malang menggandeng Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK juga dilakukan untuk memperluas akses penempatan tenaga kerja. Di sisi lain, pembentukan Lembaga Kerja Sama (LKS) tripartit menjadi strategi menjaga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif di Kabupaten Malang.
“Inovasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif,” tegas Sanusi.
Salah satu inovasi unggulan adalah program Difajaya yang fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas. Program ini mencakup pelatihan keterampilan, layanan khusus, hingga penyediaan platform digital setara.
Hingga 2025, tercatat sebanyak 196 penyandang disabilitas telah terserap kerja di 34 perusahaan mitra. Sementara itu, pelatihan berkelanjutan telah diikuti 76 peserta sepanjang 2024 hingga 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Malang mengalami penurunan dari 5,13 persen pada 2024 menjadi 5,00 persen pada 2025. Meski tidak signifikan, tren ini menunjukkan arah perbaikan.
Namun demikian, jumlah penganggur masih tercatat mencapai 80.790 orang pada 2025. Pemkab Malang pun terus mendorong berbagai program inovatif agar penyerapan tenaga kerja semakin meningkat.
Editor : Aditya Novrian