MALANG KOTA, RADAR MALANG – Bertepatan dengan peringatan HUT Ke-112 Kota Malang pada Rabu (1/4), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang merilis busana khas Malangan untuk pertama kalinya. Peluncuran ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk di media sosial.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, sejumlah warganet memberikan kritik terhadap desain busana tersebut. Beberapa menilai seragam dengan dominan warna hitam ini mengingatkan pada busana yang pernah dikenakan Michael Jackson, serta mirip dengan pakaian Keraton Jogjakarta, sehingga dianggap kurang menonjolkan ciri khas Malang.
Akun Instagram @adi97 menyoroti pentingnya keterlibatan cendekiawan dan budayawan dalam proses desain. Menurutnya, kajian mendalam perlu dilakukan agar busana benar-benar merepresentasikan identitas Kota Malang.
Sementara akun @lathigeni mengingatkan bahwa Jawa Timur memiliki keragaman budaya, antara Mataraman dan Arekan. Oleh karena itu, menurutnya, desain busana sebaiknya tidak meniru konsep dari Jogjakarta, agar mencerminkan karakter lokal yang unik, seperti halnya pada proyek Kajoetangan Heritage sebelumnya.
Baca Juga: WFH Tiap Jumat, ASN Pemkab Malang Dilarang Tinggalkan Rumah dan Wajib Absen Berkala
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa busana ini mengangkat berbagai unsur ikonik Kota Malang, seperti Tugu Malang, bunga teratai, serta motif batik kawung yang dimodifikasi dari biji kopi pecah. Sentuhan estetika klasik dirancang untuk memadukan identitas masa lalu dan modern.
“Peluncuran busana ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya Kota Malang memiliki pakaian resmi yang merepresentasikan perjalanan panjang pemerintahan dan budaya. Filosofi pakaian ini mencakup nilai sejarah sejak wali kota pertama pada era Belanda hingga sekarang,” ujar Wahyu.
Wahyu menambahkan, busana khas ini akan dikenakan pada sejumlah acara resmi, termasuk upacara pemerintahan. Tidak hanya jajaran eksekutif, legislatif pun turut mengenakannya sebagai bentuk kesepakatan identitas bersama Kota Malang.
Editor : Aditya Novrian