MALANG, RADAR MALANG – Aktivitas di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, kini berangsur normal setelah sempat terjadi dinamika sejak awal pekan ini. Hingga kini operasional bendungan sudah kembali berjalan dengan pengamanan dari aparat kepolisian.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) memastikan, pengawalan dilakukan untuk menjaga keamanan kawasan bendungan yang masuk kategori objek vital nasional (obvitnas). Koordinasi dengan Polres Malang juga terus dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif.
Dengan pengamanan tersebut, aktivitas di kawasan Bendungan Lahor dapat kembali berjalan tertib, sekaligus menjamin fungsi bendungan tetap optimal bagi masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, PJT I kembali menegaskan bahwa warga sekitar tetap mendapatkan akses gratis ke kawasan bendungan. Kebijakan ini disebut bukan hal baru, melainkan sudah berlaku sebelumnya.
Wilayah yang mendapat fasilitas ini meliputi Dusun Rekesan dan Desa Jambuwer di Kecamatan Kromengan, serta Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Selain itu, warga di Desa Selorejo, Ngreco, Boro, dan Olak-alen di Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar juga termasuk dalam cakupan kebijakan tersebut.
Baca Juga: Operasional Bendungan Lahor Sumberpucung Libatkan Polisi
Tak hanya warga, pembebasan biaya juga berlaku bagi pelajar dan pelaku usaha kecil, seperti UMKM serta pedagang sayur yang menggantungkan aktivitasnya di sekitar bendungan.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi Korporat PJT I Aris Widya menegaskan bahwa pengelolaan Bendungan Lahor dilakukan sesuai regulasi yang berlaku.
“PJT I berkomitmen menjaga keamanan aset negara serta memastikan operasional berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PJT I, Erwando Rachmadi, mengingatkan bahwa Bendungan Lahor merupakan infrastruktur strategis dengan potensi risiko tinggi.
Menurutnya, risiko bisa berasal dari faktor teknis maupun kondisi hidrometeorologi seperti banjir dan kekeringan. Karena itu, keterlibatan semua pihak dinilai penting untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi bendungan.
“Dukungan semua pihak diperlukan agar situasi tetap aman dan bendungan dapat berfungsi optimal bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Editor : Aditya Novrian