Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lingua Franca: Ganok Jlamutane

Andika Satria Perdana • Minggu, 5 April 2026 | 12:49 WIB
”THR winginane koyok oleh akeh, saiki kok wes ganok jlamutane blas,”
”THR winginane koyok oleh akeh, saiki kok wes ganok jlamutane blas,”

”THR winginane koyok oleh akeh, saiki kok wes ganok jlamutane blas,”

Ganok Jlamutane, Istilah Khas Malang dan Daerah Arekan 

Istilah ini termasuk dalam kata kerja. Jlamutan memiliki arti tidak tersisa atau habis. Istilah itu memiliki kemiripan dengan ungkapan klamutan

Bedanya, klamutan identik dengan aktivitas makan hingga bersih tidak tersisa. ”Mungkin bisa jadi berasal dari klamutan, kemudian di beberapa wilayah di Malang ada yang menyebut jlamutan,” tutur Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati. 

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, istilah itu cukup dimengerti daerah-daerah dengan budaya arekan. Seperti Surabaya, Pasuruan, Mojokerto, dan Sidoarjo. Di Malang Raya sendiri, istilah tersebut masif digunakan pada era 1990-an. 

Dari kebiasaan orang-orang pada zaman itu, istilah yang sering diucapkan yakni ganok jlamutane. Menggambarkan suatu benda, contohnya uang. Istilah itu pun belum masuk dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#bahasa #daerah #khas #malang