KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemkab Malang segera membangun dua Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di TPA Talangagung, Kepanjen, dan TPA Randuagung, Singosari. Pembangunan ini menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan menekan dampak lingkungan di sekitar lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman mengatakan, saat ini TPST di TPA Talangagung masih dalam tahap perencanaan, sedangkan di TPA Randuagung sedang disiapkan.
“Dua lokasi ini prioritas utama yang akan segera dibangun setelah TPST mini di TPA Paras sudah beroperasi,” ujarnya.
Baca Juga: TPA Paras Bernapas Kembali, 15 Ribu Ton Sampah Lama Dibongkar
Pembangunan TPST di kedua TPA tersebut mendapat dukungan dari Alliance to End Plastic Waste (AEPW). Nilai bantuan mencapai sekitar 18,5 juta dolar AS atau setara Rp 300 miliar, termasuk pembangunan sarana persampahan dan penambahan armada pengangkut sampah.
”Bantuan dari AEPW difokuskan untuk TPA Talangagung dan Paras. Sementara di Randuagung, kami rencanakan menggunakan sumber lain, yakni Local Service Delivery Improvement Program (LSDP),” jelas Afi, sapaan akrabnya.
Meski pembangunan di Randuagung sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran, DLH saat ini tengah menyusun proposal agar proyek tetap bisa berjalan melalui skema pendanaan lain. Pihaknya menargetkan, TPST di kedua TPA itu dapat segera beroperasi dengan kapasitas besar untuk pemilahan dan pengolahan sampah.
Baca Juga: Pemkab Malang Siapkan TPST Raksasa di Dua TPA, Kapasitas Pengolahan Sampah Capai 189 Ton Per Hari
Sebagai perbandingan, mini TPST di TPA Paras mampu memilah sekitar 15 ton sampah per hari. Ke depan, TPST utama akan dibangun dengan kapasitas mencapai 189,71 ton per hari, terdiri dari 118,57 ton untuk sampah anorganik dan 71,14 ton untuk sampah organik. Setiap TPST nantinya dilengkapi enam fasilitas, mulai dari area tipping, pemilahan, kantor BLUD, parkir, tempat cuci kendaraan, hingga area penyimpanan.
Afi menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber juga sangat penting.
”Kalau pemilahan dari hulu berjalan, volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan. Harapannya target zero waste 2030 bisa lebih cepat tercapai,” pungkasnya. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian