MALANG KOTA, RADAR MALANG –Kabar meninggalnya Mohammad Imam Muslimin pada Senin (13/4) turut mendapat respons dari Nurul Sahara. Di tengah polemik yang sempat terjadi, Sahara menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum.
Ia mengaku menerima informasi duka itu dari suaminya yang berada di Kota Malang
Baca Juga: Penyebab Kematian Terungkap, Polisi Pastikan Yai Mim Meninggal karena Asfiksia
“Saya mendapatkan kabar duka ini dari suami di Kota Malang. Kami turut berduka cita atas meninggalnya Pak Mim,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Sahara juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga beliau husnul khotimah dan segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” imbuhnya.
Baca Juga: Yai Mim Meninggal Dunia, Kuasa Hukum Sebut Kasus Berpotensi Gugur
Diketahui, Yai Mim meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD dr Saiful Anwar. Ia sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kondisi asfiksia atau kekurangan oksigen secara drastis.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00, saat Yai Mim berjalan dari ruang tahanan menuju ruang pemeriksaan. Saat itu, ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan terkait perkara yang melibatkan dirinya.
Baca Juga: Polisi Sebut Yai Mim Jatuh saat Hendak Diperiksa sebelum Dinyatakan Meninggal Dunia
Sebelumnya, Yai Mim telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi sejak 19 Januari 2026. Kasus tersebut mengacu pada ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan Undang-Undang Pornografi.
Dengan meninggalnya yang bersangkutan, proses hukum atas perkara tersebut berpotensi gugur sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor : Aditya Novrian