Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BRI Bina 43.789 Klaster Usaha, Mayoritas di Sektor Pertanian

Aditya Novrian • Jumat, 24 April 2026 | 15:26 WIB
BRI Bina 43.789 Klaster Usaha, Mayoritas di Sektor Pertanian
BRI Bina 43.789 Klaster Usaha, Mayoritas di Sektor Pertanian

JAKARTA, RADAR MALANG – Penguatan sektor riil terus didorong sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi inklusif. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Klasterku Hidupku mencatat telah membina 43.789 klaster usaha di seluruh Indonesia hingga Maret 2026.

Program ini mengusung pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, dengan mengelompokkan pelaku usaha berdasarkan sektor dan wilayah. Tujuannya, membangun ekosistem usaha yang saling terhubung sekaligus memperkuat kapasitas kolektif di tingkat akar rumput.

Dari total klaster tersebut, sebanyak 82,39 persen bergerak di sektor produksi. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai 48,26 persen. Sementara 17,61 persen lainnya berasal dari sektor non-produksi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, pendekatan berbasis klaster dinilai lebih efektif dalam mendorong UMKM naik kelas.

“Pemberdayaan berbasis komunitas tidak hanya menyasar aspek finansial, tetapi juga perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif,” ujarnya.

Sepanjang pelaksanaannya, BRI telah menggelar sekitar 3 ribu kegiatan pemberdayaan. Mulai dari pelatihan hingga penyediaan sarana dan prasarana produksi bagi pelaku usaha.

Menurut Akhmad, skema klaster juga membuka peluang lahirnya komoditas unggulan dengan nilai tambah tinggi. Selain akses pembiayaan, pelaku usaha juga diperkuat melalui koneksi dalam satu ekosistem.

“Ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi secara kolektif,” tambahnya.

Dari sisi inklusi keuangan, lebih dari 508 ribu anggota klaster telah terlibat. Sekitar 87,7 persen di antaranya sudah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan.

Untuk memperkuat keberlanjutan program, BRI juga menjalankan berbagai inisiatif lain. Hingga Maret 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa.

Selain itu, terdapat 54 Rumah BUMN yang telah memberdayakan 559.897 pelaku UMKM melalui 18.218 kegiatan pelatihan. Platform LinkUMKM juga telah dimanfaatkan oleh 15,57 juta pengguna.

Seluruh program tersebut dirancang terintegrasi untuk memperkuat peran BRI sebagai pendorong pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Editor : Aditya Novrian
#BRI klaster usaha #sektor pertanian Indonesia #Ekonomi Kerakyatan #Klasterku Hidupku #Pemberdayaan UMKM BRI