MALANG KOTA, RADAR MALANG – Massa dari buruh dan mahasiswa memadati kawasan Alun-alun Tugu hingga depan Balai Kota Malang dalam aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Jumat (1/5). Sejak pukul 13.00, massa mulai berkumpul dan menutup sebagian akses di Jalan Tugu.
Aksi tersebut diwarnai tuntutan peningkatan kesejahteraan pekerja serta desakan pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja yang dinilai merugikan buruh.
Tak hanya orasi, demonstrasi juga diisi berbagai aksi kreatif. Mulai dari teatrikal, panggung musik, hingga orasi bergantian dari perwakilan buruh dan mahasiswa yang menyoroti persoalan upah dan perlindungan tenaga kerja.
Baca Juga: 500 Personel Gabungan Disiagakan Kawal Aksi Buruh di Balai Kota Malang Siang Ini
Koordinator Serikat Pekerja Buruh Indonesia Misdi menyebut, hingga kini tuntutan pencabutan UU Cipta Kerja belum menunjukkan progres signifikan.
“Sampai hari ini, kurang enam bulan dari tenggat waktu, pencabutan UU Cipta Kerja belum masuk Prolegnas 2026,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan lambannya respons pemerintah terhadap aspirasi buruh. Ia menilai perjuangan harus terus dilakukan agar hak-hak pekerja tidak diabaikan.
Baca Juga: Memperingati Hari Buruh 1 Mei, Mengenal Tokoh-Tokoh Hebat Penerima Gelar Pahlawan Buruh Nasional
Aksi sempat diguyur hujan pada sore hari. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat massa. Justru, suasana semakin hidup dengan penampilan musik yang mengiringi jalannya demonstrasi hingga pukul 16.30.
Hingga aksi berakhir, demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat gabungan di sejumlah titik sekitar Balai Kota Malang.
Editor : Aditya Novrian