KOTA MALANG, RADAR MALANG – Aremania Utas mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden di Pantai Wediawu, Tirtoyudo, Kabupaten Malang dengan menegaskan dukungan terhadap proses hukum sekaligus mengimbau seluruh anggota menjaga kondusivitas. Sikap ini disampaikan di tengah penyelidikan yang masih berjalan oleh kepolisian.
Pernyataan tersebut beredar luas di media sosial dan menjadi respons atas kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan wisata Malang Selatan. Aremania Utas juga menyampaikan penyesalan atas peristiwa yang menimbulkan keresahan publik.
Baca Juga: Setelah Insiden Pengeroyokan di Pantai Wediawu, 31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Pakai Narkoba
Aremania Utas Dukung Proses Hukum di Polres Malang
Aremania Utas menegaskan menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang tengah berlangsung.
“Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang,” tulis pernyataan resmi yang terposting di Instagram @satuaremania.
Organisasi suporter ini juga menegaskan akan bersikap kooperatif apabila diperlukan dalam proses penegakan hukum.
Siapkan Pendampingan jika Ada Anggota Terlibat
Dalam pernyataan tersebut, Aremania Utas menyebut telah menyiapkan langkah antisipatif jika ditemukan keterlibatan anggota.
“Apabila terdapat keterlibatan anggota organisasi dan/atau Aremania/Aremanita, kami telah menyiapkan tim pendampingan hukum,” lanjut pernyataan tersebut.
Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab organisasi sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum.
Baca Juga: Wisatawan Asal Surabaya Diduga Dikeroyok di Pantai Wediawu, 6 Orang Luka dan 6 Mobil Rusak
Imbau Anggota Tahan Diri dan Jaga Situasi Tetap Kondusif
Selain itu, Aremania Utas mengimbau seluruh elemen suporter untuk menahan diri dan tidak memperkeruh situasi.
“Menjaga kondusivitas, menahan diri, serta menghormati proses hukum yang sedang berlangsung,” tegasnya.
Imbauan ini menjadi penting di tengah tingginya perhatian publik terhadap kasus di Pantai Wediawu yang sempat viral di media sosial.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Editor : Aditya Novrian