KOTA MALANG, RADAR MALANG - MESKI ekonomi domestik dan global sedang tidak stabil, tren investasi di masyarakat Kota Malang positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat transaksi di reksa dana mencapai Rp 542 miliar.
Reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal atau investor. Biasanya dikelola manajer investasi profesional untuk diinvestasikan dalam portofolio bursa efek.
Baca Juga: 44,43 Persen Penyaluran Kredit di Kota Malang untuk Modal Kerja, Ini Perinciannya dari OJK
Sementara itu jumlah single investor identification (SID) juga terus meningkat. Pada Februari 2026 jumlahnya sudah mencapai 441.454 orang dengan rata-rata transaksi harian Rp 5,7 miliar. Tumbuh sebesar 45,76 persen dibanding tahun lalu.
”Transaksi saham juga mengalami lonjakan, volume di Malang Raya mencapai 11,2 juta,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan. Selama Februari 2026, nominal saham mencapai Rp 4,7 miliar. Tumbuh 102 persen dibanding Februari tahun lalu.
Saat ini, OJK juga sedang menggarap transformasi pasar modal. Sejak awal April, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menuntaskan empat agenda reformasi.
Pertama, ada penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1 persen kepada publik. Itu diterbitkan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK. Data kepemilikan saham itu disediakan BEI dan KSEI dan sudah dipublikasikan sejak Maret 2026.
Kedua, high shareholding concentration (HSC) diumumkan sebagai early warning mechanism bagi investor terkait konsentrasi kepemilikan saham terbuka tercatat. Investor kini dapat mengetahui saham-saham yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi hingga likuiditas yang terbatas.
Ketiga, ada penguatan granularity terhadap klasifikasi investor dalam data kepemilikan saham KSEI dengan total 39 tipe. Dengan begitu, data dari klasifikasi investor sudah tersedia di web BEI. Terakhir, peningkatan free float atau batas minimum saham perusahaan yang dimiliki publik. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho