MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pemkot Malang mulai mengandalkan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari pihak swasta untuk mengatasi kekurangan armada truk sampah. Saat ini, Kota Malang masih kekurangan 29 unit kendaraan pengangkut sampah untuk mendukung pelayanan kebersihan secara optimal.
Selain jumlah armada yang belum mencukupi, sebagian kendaraan pengangkut sampah juga dilaporkan sudah tidak layak jalan dan membutuhkan penggantian baru.
Kota Malang Idealnya Butuh 78 Truk Sampah
Berdasarkan data yang dihimpun, total armada truk sampah yang dimiliki Pemkot Malang saat ini sebanyak 49 unit. Padahal kebutuhan ideal mencapai 78 armada.
Artinya, masih ada kekurangan sebanyak 29 truk sampah untuk menunjang operasional pengangkutan sampah di seluruh wilayah Kota Malang.
Baca Juga: TPA Supit Urang Terancam Overload 2028, KLH Soroti Timbunan 500 Ton Sampah Per Hari di Kota Malang
Tidak hanya itu, dari total armada yang ada, empat unit kendaraan disebut sudah tidak layak operasional sehingga tidak cukup hanya dilakukan perbaikan biasa.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena volume sampah di Kota Malang terus meningkat setiap hari.
Pemkot Malang Gandeng Pihak Swasta
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui keterbatasan anggaran daerah membuat pengadaan armada baru belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, termasuk pada 2026 mendatang.
Karena itu, Pemkot Malang mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program CSR untuk membantu kebutuhan armada maupun fasilitas pendukung pengelolaan sampah.
Baca Juga: Atasi Ledakan Sampah Malang Raya, Pemprov Jatim Siapkan Program PSEL di Bululawang
“Kami sudah mendapatkan bantuan perbaikan dua kontainer sampah dari RS Hermina. Saya minta kepala dinas lingkungan hidup bisa lebih merangkul pelaku usaha,” ujar Wahyu.
Menurutnya, dukungan perusahaan swasta dapat menjadi solusi sementara di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Tidak Hanya Kontainer, Pemkot Harap Ada Bantuan Armada Baru
Pemkot Malang berharap keterlibatan pihak swasta tidak berhenti pada bantuan perbaikan kontainer sampah saja. Ke depan, bantuan diharapkan dapat diperluas hingga pengadaan armada truk sampah baru.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan pengangkutan sampah di Kota Malang tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan penumpukan di berbagai wilayah.
Selain memperkuat armada, kolaborasi dengan sektor swasta juga diharapkan dapat membantu percepatan penanganan persoalan sampah yang saat ini menjadi perhatian di berbagai daerah.
Editor : Aditya Novrian