KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang mulai memperkuat transformasi digital melalui kerja sama dengan delegasi asal Korea Selatan. Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal pengembangan proyek strategis smart city berbasis artificial intelligence (AI) di Kabupaten Malang.
Kerja sama itu ditandai dengan kunjungan delegasi Green Blue Consortium yang diterima langsung Bupati Malang M. Sanusi di Pendapa Agung Kabupaten Malang pada Senin (11/5).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Malang resmi menyambut inisiasi proyek demonstrasi sistem monitoring dan pengendalian terintegrasi berbasis Korean National Public Utility (KNPU).
Baca Juga: Dana Desa Dipotong Besar-besaran, Pemdes di Kabupaten Malang Mulai Kelabakan Atur Anggaran
Program tersebut akan mengenalkan sejumlah teknologi masa depan untuk mendukung tata kelola pemerintahan modern di Kabupaten Malang.
Beberapa inovasi yang disiapkan antara lain teknologi artificial intelligence (AI), sistem digital twin, hingga intelligent traffic management untuk mendukung pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif.
Sanusi menilai kolaborasi tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat adopsi teknologi cerdas di lingkungan pemerintahan daerah.
“Kami yakin implementasi teknologi ini akan membawa perubahan signifikan pada tata kelola pemerintahan,” ujar Sanusi.
Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik dan Mobilitas
Menurut Sanusi, penerapan teknologi berbasis AI dan sistem digital terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat keamanan masyarakat.
Selain itu, teknologi intelligent traffic management juga diproyeksikan membantu menciptakan sistem mobilitas yang lebih efisien di Kabupaten Malang.
Baca Juga: 84 Aduan MBG Masuk ke Pemkab Malang, Kualitas Menu hingga Siswa Tak Kebagian Jadi Sorotan
“Inovasi ini juga dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional, kualitas pelayanan, serta mendukung kebijakan berbasis data melalui informasi yang akurat dan real-time,” imbuhnya.
Pemanfaatan teknologi digital twin juga disebut memungkinkan pemerintah melakukan simulasi dan pemantauan kondisi wilayah secara lebih cepat dan presisi.
Didukung Kominfo dan Kementerian Lingkungan Hidup
Proyek smart city tersebut turut melibatkan sinergi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia serta Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Kerja sama lintas institusi itu diharapkan mampu mempercepat integrasi sistem digital sekaligus mendukung agenda besar pengembangan Smart City Indonesia menuju 2045.
Dengan kolaborasi internasional tersebut, Kabupaten Malang menargetkan mampu menjadi salah satu daerah yang lebih siap menghadapi transformasi digital dan penerapan teknologi cerdas di masa depan.
Editor : Aditya Novrian