Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SPPG Baru di Turen Bakal Layani 3.500 Porsi MBG, Target Beroperasi Mulai 1 Juli

Indah Mei Yunita • Jumat, 15 Mei 2026 | 17:51 WIB
Bupati Malang H M. Sanusi meletakkan batu pertama pembangunan SPPG baru di Turen. (Prokopim Kabupaten Malang)
Bupati Malang H M. Sanusi meletakkan batu pertama pembangunan SPPG baru di Turen. (Prokopim Kabupaten Malang)

TUREN, RADAR MALANG – Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) terus bertambah di Kabupaten Malang. Terbaru, satu dapur MBG mulai dibangun di Desa Talangsuko, Kecamatan Turen, dengan target operasional pada 1 Juli 2026.

Di tengah masifnya pembangunan SPPG di berbagai daerah, aspek keamanan pangan mulai menjadi perhatian. 

SPPG Turen Ditarget Rampung dalam 45 Hari

SPPG tersebut dikelola Yayasan Peduli Berkah Nusantara dan pembangunannya ditandai peletakan batu pertama pada Jumat (15/5).

Pembina yayasan Muhammad Zidan mengatakan, pembangunan ditarget selesai dalam waktu 45 hari hingga siap beroperasi penuh.

Baca Juga: Serapan Pangan Lokal di Malang untuk Program MBG Masih Rendah, Diklaim Belum Mencapai 50 Persen

“Target tersebut sampai siap operasional. Sehingga mulai 1 Juli bisa melayani penerima manfaat,” ujar Zidan.

Secara kapasitas, dapur tersebut mampu memproduksi hingga 3.500 porsi makanan. Meski begitu, jumlah penerima manfaat nantinya tetap disesuaikan dengan kesiapan tenaga kerja dan hasil penghitungan operasional dari kepala SPPG.

Antisipasi Keracunan Jadi Perhatian Pengelola

Zidan mengakui keamanan makanan menjadi salah satu fokus utama dalam operasional dapur MBG. Karena itu, pihaknya menyiapkan food safety kit untuk memastikan makanan layak konsumsi sebelum dibagikan.

Baca Juga: Temukan Belatung dan Tumpukan Sampah, KSP Dudung Ancam Tutup Paksa Dapur MBG Seusai Sidak

“Jadi sebelum makanan keluar, semua wajib dites terlebih dahulu,” katanya.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan risiko keracunan makanan yang belakangan beberapa kali muncul dalam pelaksanaan program MBG di daerah lain.

Selain pengujian makanan, kebersihan area dapur dan proses pengolahan juga disebut menjadi perhatian untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Sertifikat Higiene dan Sanitasi Masih Diproses

Pengelola SPPG Turen saat ini juga tengah mengurus Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai syarat pendukung keamanan pangan.

Menurut Zidan, standar kebersihan dan pengawasan kualitas makanan menjadi hal penting karena dapur MBG akan melayani ribuan porsi setiap hari.

“Kami berharap bisa mendukung program MBG demi berkontribusi mencapai Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Editor : Aditya Novrian
#Dapur MBG #MBG Kabupaten Malang #SPPG Turen #keamanan pangan MBG #Makan Bergizi Gratis