Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lingua Franca: Ambyos, Istilah Khas dari Wilayah Arekan

Andika Satria Perdana • Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:10 WIB
rsdfsgdhtrh
Ambyos, Istilah Khas dari Wilayah Arekan

”Masio pikiranmu akeh, ojok sampek ambyos teko jembatan yo jes. Mreneo, nangis bareng,”

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini memiliki makna yang sama dengan ceblok dan rutuh. Artinya dalam Bahasa Indonesia adalah jatuh. Yang sedikit berbeda yakni penggunaannya. 

Ambyos biasanya digunakan untuk menunjukkan seseorang yang terjatuh. ”Ambyos biasanya digunakan untuk orang yang menjatuhkan diri dengan cara melompat dari ketinggian. Biasanya dilakukan dari tebing ke sungai,” kata Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati. 

Baca Juga: Lingua Franca: Judas, Istilah Populer di Malang Raya yang Diawali dari Perubahan Huruf Vokal

Contoh penggunaan itu berbeda dengan kata rutuh atau ceblok. Sebab, dua istilah tersebut bisa digunakan untuk menunjukkan barang yang terjatuh. Belum diketahui pasti asal muasal istilah ambyos.

Istilah itu belum masuk dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI). Salah satu istilah yang mirip dengan ambyos di KBJI adalah ambyok. Namun maknanya berbeda. Sebab, ambyok merujuk pada laki-laki yang datang ke rumah perempuan, dan tinggal di situ. 

Baca Juga: Lingua Franca: Nglecis, Bahasa Slang Malang yang Masuk dalam KBJI

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, istilah ambyos itu termasuk dalam budaya Arekan. Sebab, tidak hanya warga Malang Raya saja yang biasa menggunakannya. Warga dari daerah tetangga seperti Mojokerto, Pasuruan, dan Surabaya juga masih menggunakannya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#KBJI #Ambyos #rutuh #ceblok