MALANG KOTA, RADAR MALANG – Rencana pembangunan Jalur Lingkar Timur (Jalitim) di Kota Malang kembali menjadi perhatian. Sebab, proyek tersebut masuk pembahasan penanganan kemacetan dan masterplan jaringan jalan Kota Malang.
Ring road dirancang sebagai jalur alternatif di sisi timur kota untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini menumpuk di pusat Kota Malang. Jalur tersebut juga diproyeksikan menjadi penghubung kendaraan dari arah Kabupaten Malang dan exit tol tanpa harus melintasi kawasan tengah kota.
Baca Juga: DPRD Kota Malang: Ring Road di Sisi Timur Lebih Mendesak
Berikut gambaran trase Jalitim Kota Malang yang selama ini masuk dalam berbagai dokumen perencanaan Pemkot Malang:
• Titik Awal dari Exit Tol Madyopuro
Jalitim direncanakan bermula dari kawasan Exit Tol Madyopuro yang menjadi salah satu pintu masuk utama kendaraan dari arah Tol Malang–Pandaan menuju Kota Malang maupun Kabupaten Malang.
Wilayah tersebut dipilih karena volume kendaraan terus meningkat sejak gerbang tol mulai beroperasi.
• Tersambung ke Jalan Ki Ageng Gribig
Dari kawasan Madyopuro, jalur lingkar diproyeksikan terkoneksi menuju Jalan Ki Ageng Gribig.
Koridor jalan ini saat ini menjadi salah satu titik kemacetan terpadat di sisi timur Kota Malang, terutama akibat meningkatnya arus kendaraan berat dan kendaraan logistik.
Baca Juga: Realisasikan Wacana Ring Road, Pengamat Beri Dua Saran ke Pemkot Malang
• Mengarah ke Jalan Mayjen Sungkono
Setelah melewati kawasan Kedungkandang, Jalitim direncanakan tersambung hingga Jalan Mayjen Sungkono.
Dalam sejumlah pembahasan RTRW dan masterplan jalan, koridor Jalan Ki Ageng Gribig sampai Jalan Mayjen Sungkono disebut sebagai jalur utama ring road timur Kota Malang.
• Melewati Sejumlah Kelurahan di Kedungkandang
Beberapa wilayah yang berada di sekitar trase Jalitim antara lain Kelurahan Madyopuro, Lesanpuro, Kedungkandang, Buring, hingga Mergosono.
Seluruh kawasan tersebut berada di Kecamatan Kedungkandang yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat sebagai kawasan permukiman dan jalur distribusi logistik.
Baca Juga: Paripurna Pengajuan Pemberhentian Wali Kota, Sutiaji Titip Realisasi Jalitim
• Tahap Awal Pernah Dirancang hingga Jembatan Kedungkandang
Pada rencana awal Pemkot Malang tahun 2015, pembangunan tahap pertama Jalitim diproyeksikan dimulai dari Kelurahan Madyopuro hingga Jembatan Kedungkandang.
Jalur itu nantinya dihubungkan dengan jaringan jalan menuju Kabupaten Malang agar kendaraan besar tidak masuk pusat kota.
• Flyover Kedungkandang Jadi Bagian Pengurai Kemacetan
Keberadaan flyover Kedungkandang juga disebut menjadi bagian penting dalam mendukung koridor Jalitim.
Flyover tersebut menghubungkan arus kendaraan di simpang Jalan Ki Ageng Gribig, Jalan Mayjen Sungkono, dan Jalan Muharto yang sebelumnya dikenal sebagai titik bottle neck lalu lintas.
Baca Juga: Wacana Jalitim Kembali Dilirik, Trase Rencana Jalibar Berganti
• Belum Terealisasi karena Lahan dan Anggaran
Meski trase Jalitim sudah beberapa kali masuk RTRW dan masterplan jaringan jalan Kota Malang, proyek tersebut hingga kini belum terealisasi sepenuhnya.
Kendala pembebasan lahan dan kebutuhan anggaran besar masih menjadi tantangan utama pembangunan jalur lingkar timur Kota Malang.
Editor : Aditya Novrian