KEPANJEN, RADAR MALANG - Peringatan potensi fenomena El Nino di Kabupaten Malang mulai diantisipasi sejumlah pihak. BMKG Stasiun Jawa Timur sebelumnya merilis peringatan terkait kemungkinan cuaca lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menghadapi potensi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang mulai menyiapkan sejumlah pompa air untuk membantu petani apabila kekeringan mulai terjadi.
“Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kekeringan. Di Kabupaten Malang sampai saat ini masih ada hujan,” ujar Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicena Sani Putera, Selasa (19/5).
Baca Juga: Dalam 2 Bulan, Dua Longsor Tutup Jalur Malang-Lumajang di Ampelgading
Menurut Avicena, aktivitas pertanian di Kabupaten Malang sejauh ini masih berjalan normal. Sebagian petani masih memasuki masa tanam, sementara sebagian lain mulai panen.
Karena itu, pihaknya menilai kondisi produksi padi di Kabupaten Malang masih relatif aman meski peringatan El Nino mulai disampaikan.
“Kami rasa Kabupaten Malang masih aman untuk produksi padi,” imbuhnya.
Meski demikian, alat pompa tetap disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila curah hujan mulai menurun dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Surplus Produksi, Bulog Malang Janji Tetap Serap Beras Petani
Di sisi lain, petani mulai melakukan penyesuaian pola pengairan. Salah satunya dilakukan Solikin, petani asal Kecamatan Pakis.
Menurut dia, pembagian aliran irigasi kini mulai diatur agar suplai air tetap mencukupi untuk seluruh lahan sawah.
“Kalau pagi sampai sore dialirkan ke padi yang hampir menguning,” ujarnya.
Sementara itu, aliran air pada sore hingga pagi hari diprioritaskan untuk tanaman padi yang baru ditanam karena membutuhkan lebih banyak air untuk proses pertumbuhan awal.
Selain membagi jadwal pengairan, petani juga mulai membersihkan saluran irigasi agar aliran air bisa lebih lancar saat musim kering datang.
Editor : Aditya Novrian