Padi Sukma Diklaim Bisa Hasilkan 15 Ton Per Hektare, Produktivitas Dua Kali Lipat dibanding Padi Biasa

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 21 Mei 2026 | 14:50 WIB
Ngateman menunjukkan padi sukma yang dibudidayakan. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Ngateman menunjukkan padi sukma yang dibudidayakan. (Indah Mei Yunita/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Produktivitas padi di Kabupaten Malang terus didorong melalui pengembangan bibit unggulan lokal. Salah satunya varietas padi sukma yang diklaim mampu menghasilkan hingga 15 ton gabah per hektare atau hampir dua kali lipat dibanding produktivitas padi biasa.

Bibit unggulan tersebut kini mulai dikembangkan sebagai upaya meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Malang.

Produktivitas Padi Sukma Capai 15 Ton Per Hektare

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Sani Putera, mengatakan produktivitas padi sukma jauh lebih tinggi dibanding varietas padi pada umumnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib Dorong Revolusi Pertanian lewat Padi Hayati

“Padi tersebut produktivitasnya 15 ton per hektare. Padi biasanya hanya sekitar 7 ton per hektare,” ujarnya.

Bibit padi sukma dikembangkan oleh Ngateman, seorang petani asal Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Menurut Avicenna, varietas tersebut memiliki jumlah anakan lebih banyak sehingga potensi hasil panennya juga lebih tinggi.

Gunakan Pola Jarak Tanam Khusus

Untuk mendapatkan hasil maksimal, penanaman padi sukma harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) tertentu, terutama terkait pola jarak tanam.

Baca Juga: Bibit Padi Unggul di Kabupaten Malang Hasilkan 11 Ton Per Hektare

Jarak tanam yang dianjurkan yakni pola 30-30-40 sentimeter atau sebaliknya 40-30-30.

Artinya, antarbaris pertama dan kedua diberi jarak 30 sentimeter, begitu pula antara baris kedua dan ketiga. Sedangkan jarak antara baris ketiga dan keempat dibuat lebih lebar, yakni 40 sentimeter.

Pola tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanaman karena lebih banyak batang padi mendapatkan paparan sinar matahari langsung.

Selain itu, potensi munculnya anakan produktif di bagian tepi tanaman juga disebut lebih tinggi.

Produksi Padi Kabupaten Malang Diproyeksi Naik 30 Persen

Pemkab Malang menilai penggunaan bibit unggulan secara luas dapat berdampak signifikan terhadap produksi padi daerah.

Baca Juga: Panen Perdana Padi Organik di Kabupaten Malang Tembus hingga 12 Ribu Ton

“Jika bibit unggulan ini mulai digunakan secara masif, produksi padi di Kabupaten Malang kami proyeksikan bisa meningkat sampai 30 persen,” kata Avicenna.

Sebagai gambaran, produksi padi Kabupaten Malang pada 2025 tercatat mencapai 405.298 ton.

Jika target peningkatan 30 persen tercapai, maka total produksi padi diperkirakan bisa menyentuh angka sekitar 526.887 ton.

Editor : Aditya Novrian
DTPHP Kabupaten Malang padi sukma produksi padi Kabupaten Malang bibit unggulan padi Bululawang