”Lek onok wong sing senengane ngintik, biasane kulino diuber bank titil,”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Budaya Jawa Mataraman juga berpengaruh pada penggunaan bahasa sehari-hari di Malang Raya. Salah satu contohnya yakni istilah ngintik. Secara makna, ngintik artinya berjalan dengan cepat tanpa menolehkan pandangan.
Baca Juga: Lingua Franca: Ciblungan, Istilah Permainan Tradisional yang Mulai Dilupakan
Sekaligus, tidak memperhatikan area di sekitarnya saat berjalan. Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati menyebut, istilah itu bukan asli dari Malang atau keseluruhan wilayah kebudayaan Arekan. ”Itu istilah yang asal mulanya dari Jawa Tengah. Di Jawa Timur ada sendiri untuk yang bermakna jalan tanpa tolah-toleh," terang dia.
Istilah yang dia maksud yakni ndlujur. Maknanya sama, tapi lebih sering digunakan ketimbang ngintik. Diperkirakan, istilah ngintik berasal dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan.
Baca Juga: Lingua Franca: Terket, Istilah Khas untuk Aturan Permainan Kelereng
Tepatnya di daerah dekat dengan Jogjakarta. ”Kemungkinan munculnya di era Surakarta (tahun 1745),” tambah Restu. Dari pengamatan Jawa Pos Radar Malang, istilah ngintik masih cukup sering digunakan warga di Kabupaten Malang. (biy/by)
Editor : A. Nugroho