DONOMULYO, RADAR MALANG – Jalur Jalan Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Blitar ditarget mulai dibangun pada 2027. Saat ini, akses kedua daerah di jalur selatan Jawa Timur itu masih belum tersambung lantaran ruas dari Modangan menuju Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, belum terkoneksi.
Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jatim-Bali Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) menyebut pembangunan tinggal menyelesaikan sisi Kabupaten Blitar. Salah satu kendala utama yang masih dihadapi ialah pembebasan lahan serta penyusunan desain trase lanjutan yang harus menyesuaikan kondisi tanah di kawasan tersebut.
Sambungan JLS Malang-Blitar Masih Kurang Sekitar 3 Kilometer
Kepala B2PJN Jatim-Bali Javid Hurriyanto menjelaskan, ruas JLS sektor Modangan hingga Jembatan Perbatasan Malang-Blitar di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, sebenarnya telah rampung sejak 2022 lalu.
Namun, jalur menuju Kabupaten Blitar belum tersambung penuh. Berdasarkan pengamatan di lapangan, terlihat trase jalan ke arah barat dari jembatan perbatasan, tetapi belum berupa jalan beraspal dan mengarah ke utara selepas Pantai Jolosutro, Blitar.
Baca Juga: Pemprov Ikut Terlibat, Pemkab Malang Menunggu Kelanjutan JLS Malang-Lumajang
“Estimasi kurang 3 kilometer dari ujung aspal JLS Blitar sampai ke ujung Malang dan belum ada jalannya. Untuk trase yang ada di Maps bisa jadi jalan warga ke kebun atau setapak,” ujar Javid.
Menurut dia, saat ini pihaknya masih mengusulkan proses pengadaan tanah secara simultan bersama Pemkab Blitar. Di sisi lain, desain trase lanjutan JLS Malang-Blitar juga masih dalam tahap perencanaan.
Target Pembangunan Mulai 2027 atau 2028
B2PJN Jatim-Bali masih menghitung kebutuhan anggaran pembangunan sambungan JLS tersebut. Perhitungan biaya baru bisa dilakukan setelah desain teknis rampung disusun.
Karena itu, pemerintah pusat masih mencari sumber pendanaan yang memungkinkan agar proyek bisa segera direalisasikan.
Baca Juga: Dibangun 2028, JLS Kabupaten Malang-Lumajang Bakal Lewati 7 Kecamatan
“Kami masih cari sumber pendanaan. Antara tahun 2027 atau 2028 target mulainya pembangunan,” ungkap Javid.
Jika nantinya tersambung, akses selatan Malang menuju Blitar diperkirakan akan memangkas waktu tempuh sekaligus memperkuat konektivitas kawasan wisata dan ekonomi di jalur selatan Jawa Timur.
Karakter Tanah Jadi Tantangan Utama Pembangunan
Selain pembebasan lahan, proyek JLS Malang-Blitar juga menghadapi tantangan teknis berupa karakter tanah yang rawan bergerak dan jenuh air.
Hal itu berkaca pada peristiwa likuifaksi tanah di kawasan Kelok 9 JLS Modangan pada Januari 2025 lalu. Lokasi tersebut berada mendekati jembatan perbatasan Malang-Blitar.
Baca Juga: Menyusuri Keindahan Pantai JLS Lumajang, Destinasi Wisata dengan Pesona Alami
Kondisi tanah di kawasan itu diketahui mengandung banyak air. Di sisi tebing jalan juga terdapat banyak sumber air jenis grojogan yang membuat struktur tanah mudah jenuh.
Javid mengatakan, karakter tanah selepas Donomulyo hingga Panggungrejo memiliki kondisi serupa sehingga desain pembangunan harus dibuat lebih presisi agar tidak memicu kerusakan di kemudian hari.
“Oleh karenanya kami harus mendesain lanjutan jalan ini secara akurat, supaya bencana serupa bisa dihindari,” tandasnya.
Editor : Aditya Novrian