Jamaah Haji Asal Malang Meninggal di Mekkah Bertambah, Satu Orang dari Pakis Tergabung Dalam Kloter 11

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 16:48 WIB
Jamaah memadati Kabah. (Dokumen BPKH)
Jamaah memadati Kabah. (Dokumen BPKH)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang kembali mencatat kabar duka dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Kabupaten Malang yang tergabung dalam Kloter 11 dilaporkan meninggal dunia di Mekkah pada 22 Mei 2026 karena sakit.

Jamaah tersebut bernama Fatkhurohman bin Muhammad Marjuki bin Sastro, warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sebelum meninggal dunia, Fatkhurohman sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Al Mukaromah.

Jamaah Haji Asal Pakis Meninggal setelah Dirawat di Rumah Sakit

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Elis Mufida mengatakan, Fatkhurohman meninggal dunia saat menjalani rangkaian ibadah haji di Mekkah. Setelah wafat, jenazah langsung disalatkan dan dimakamkan pada hari yang sama sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: Jemaah Haji dari Kota Malang Dijadwalkan Kembali ke Tanah Air Mulai Awal Juni

“Untuk detail kronologis saat wafat mohon maaf tidak bisa kami sampaikan karena kondisinya di Mekkah. Yang bisa menjelaskan ketua kloter dan tenaga kesehatan yang bertugas,” ujar Elis.

Fatkhurohman menjadi jamaah kedua dari Kloter 11 yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Sebelumnya Jamaah Asal Kedungkandang Juga Wafat

Sebelum kabar wafatnya Fatkhurohman, jamaah lain dari Kloter 11 juga dilaporkan meninggal dunia pada 7 Mei 2026. Jamaah tersebut bernama Fajar Puja Sasmita yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Baca Juga: Serangan Jantung, Satu Jemaah Haji Asal Kota Malang Meninggal

Meski ada dua jamaah yang meninggal dunia, Kemenag memastikan kondisi jamaah haji asal Malang lainnya relatif baik dan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

Elis menyebut, berdasarkan laporan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kota Malang, pelaksanaan ibadah hingga proses wukuf di Arafah berlangsung tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah untuk ibadah wukuf di Arafah berjalan lancar dan baik. Pelayanan syarikah dan PPIH Arab Saudi juga baik,” sambungnya.

Cuaca Mekkah Capai 43 Derajat Celsius

Di sisi lain, cuaca ekstrem di Mekkah menjadi perhatian selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Suhu udara pada siang hari disebut mencapai 43 derajat Celsius.

Meski demikian, jamaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik karena adanya sejumlah skema pelayanan dari pemerintah Arab Saudi maupun petugas haji Indonesia.

Baca Juga: Enam Kloter Haji dari Malang Tiba di Tanah Suci

Salah satunya melalui skema murur, yakni jamaah hanya melintas di Muzdalifah menggunakan bus tanpa harus bermalam di lokasi tersebut. Kebijakan itu diprioritaskan bagi jamaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi.

“Ini membantu jamaah risiko tinggi dan lansia,” pungkas Elis.

Editor : Aditya Novrian
jamaah haji Malang meninggal Kloter 11 haji jamaah haji wafat di Mekkah Haji 2026 kemenag kota malang