Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Bediding Mulai Terasa di Malang, BPBD Prediksi Suhu Terdingin Terjadi Juli hingga Agustus

Andika Satria Perdana • Senin, 1 Juni 2026 | 15:54 WIB
Ilustrasi perempuan kedinginan karena suhu dingin. (Source: Pexels)
Ilustrasi perempuan kedinginan karena suhu dingin. (Source: Pexels)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Fenomena bediding mulai dirasakan warga Kota Malang seiring memasuki musim kemarau pada Juni. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang memprediksi suhu udara akan terus menurun dan mencapai titik terdingin pada Juli hingga Agustus mendatang.

Kondisi tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun di Malang. Di kalangan masyarakat, udara dingin yang muncul saat musim kemarau itu dikenal dengan istilah mbediding atau musim maba (mahasiswa baru) karena waktunya kerap bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

Puncak Bediding Diperkirakan Terjadi Juli hingga Agustus

Kepala BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan, fenomena bediding merupakan siklus tahunan yang mulai muncul pada Juni dan mencapai puncaknya beberapa bulan berikutnya.

Baca Juga: Mbediding Datang, Warga Malang Wajib Mencoba 5 Minuman Hangat ini!

Menurut dia, suhu udara terendah biasanya terjadi pada Juli. Namun, dalam beberapa kondisi puncak suhu dingin dapat bergeser hingga Agustus.

“Su hu terdingin bisa terjadi bulan Juli, atau paling lambat Agustus,” ujarnya.

Pada periode tersebut, suhu udara malam hari di Malang dapat turun hingga belasan derajat Celsius sehingga hawa dingin terasa lebih kuat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Penyebab Suhu Malang Menjadi Lebih Dingin Saat Kemarau

Fenomena bediding terjadi akibat berkurangnya tutupan awan saat musim kemarau berlangsung.

Baca Juga: Cuaca Dingin Ekstrem di Malang Raya, Apa itu Mbediding?

Minimnya awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara mengalami penurunan yang cukup signifikan, terutama menjelang dini hari hingga pagi hari.

Kondisi ini berbeda dengan musim hujan ketika lapisan awan berfungsi menahan sebagian panas bumi sehingga suhu udara relatif lebih hangat pada malam hari.

Risiko Hidrometeorologi Menurun, Potensi Kebakaran Meningkat

Masuknya musim kemarau juga berdampak pada berkurangnya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan genangan akibat hujan deras.

Meski demikian, BPBD Kota Malang mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lain yang umum terjadi saat kemarau, terutama kebakaran lahan dan bangunan.

Baca Juga: Suhu Dingin, Malang Masuki Periode Mbediding di Juli-Agusus

Menurut Prayitno, kondisi lahan yang semakin kering membuat api lebih mudah menyebar ketika terjadi pemicu kebakaran.

“Karena jarang hujan, lahan kosong akan semakin panas. Ketika ada api akan mudah terbakar,” tuturnya.

Warga Diimbau Jaga Kesehatan dan Hindari Pemicu Kebakaran

BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area lahan kosong, semak kering, maupun lokasi yang mudah terbakar.

Selain itu, warga juga diminta menjaga kondisi tubuh saat suhu udara mulai menurun. Penggunaan jaket, pakaian hangat, maupun selimut disarankan terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada malam hingga pagi hari.

Dengan puncak bediding yang diperkirakan terjadi dalam dua bulan ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi perubahan cuaca sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Editor : Aditya Novrian
#bediding malang #suhu dingin Malang #musim kemarau Malang #fenomena bediding #bpbd kota malang