PAKISAJI, RADAR MALANG – Risiko kebakaran lahan di Kabupaten Malang mulai meningkat seiring masuknya musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir hujan hampir tidak turun di sejumlah wilayah, sementara vegetasi kering mulai mendominasi lahan terbuka yang rentan terbakar.
Peringatan tersebut disampaikan Damkar Satpol PP Kabupaten Malang setelah terjadi kebakaran lahan di Dusun Binangun, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Sabtu (6/6). Meski tidak menimbulkan korban maupun kerugian materi, peristiwa itu menjadi sinyal awal meningkatnya ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Kemarau Diprediksi Memuncak Agustus-September
Komandan Pleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
Baca Juga: 7 Penyebab Udara Malang Raya Lebih Dingin saat Musim Kemarau
Kondisi cuaca yang semakin panas dan minim hujan membuat rumput, semak, maupun lahan kosong menjadi lebih mudah terbakar. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan jumlah kejadian kebakaran lahan dalam beberapa bulan ke depan.
“Puncak kemarau ini memperbesar kemungkinan terjadinya kebakaran lahan,” ujarnya.
Menurut Andik, ancaman kebakaran tidak hanya berasal dari faktor alam. Sebagian besar kasus justru dipicu aktivitas manusia yang kurang hati-hati saat melakukan pembakaran di area terbuka.
Kebakaran Terjadi di Pakisaji
Kebakaran di Pakisaji terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api membakar lahan kering yang berada di samping pabrik PT Rukun Jaya.
Baca Juga: Mayoritas Kebakaran di Kabupaten Malang Terjadi pada April-Mei, Kenapa?.
Hasil penanganan di lapangan menunjukkan api diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang tidak diawasi hingga merembet ke vegetasi kering di sekitarnya.
“Sisa pembakaran limbah pabrik merembet ke lahan,” terang Andik.
Karyawan perusahaan sempat berupaya memadamkan api secara mandiri. Namun kobaran api terus meluas sehingga petugas damkar harus diterjunkan ke lokasi.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan. Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.56 WIB.
Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Damkar memprediksi kejadian serupa berpotensi meningkat selama musim kemarau berlangsung. Karena itu, kesadaran masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya titik-titik kebakaran baru.
Baca Juga: Pembentukan Dinas Damkar Tunggu Persetujuan Dewan, Pemkot Malang Pastikan Tak Membebani APBD
“Sesuai prediksi kemarau panjang, bisa saja terjadi peningkatan kebakaran lahan. Karena itu kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk meminimalkan kejadian di lingkungan masing-masing,” kata Andik.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah, kebun, maupun lahan kosong tanpa pengawasan. Selain itu, warga juga diminta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan di area yang dipenuhi rumput dan dedaunan kering.
“Hindari membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi yang banyak terdapat rumput dan dedaunan kering,” pungkasnya.
Dengan puncak kemarau yang masih beberapa bulan lagi, Damkar memperkirakan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan perlu terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Editor : Aditya Novrian