MALANG KOTA, RADAR MALANG– Dua rumah kontrakan di Jalan Ahmad Yani Gang Satria, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, terbakar akibat dugaan korsleting listrik pada Selasa malam (9/6). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta.
Kebakaran pertama kali terjadi di rumah kontrakan yang ditempati Niken bersama anaknya. Api kemudian merambat ke rumah kontrakan lain yang dihuni Ami. Kedua hunian yang terdampak berada di lantai dua bangunan.
Damkar Kerahkan 16 Personel dan Lima Unit Mobil
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 19.11 WIB.
Baca Juga: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah Dua Lantai di Jodipan Kota Malang, Kerugian Capai Rp 45 Juta
Tak lama berselang, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan 16 personel dan lima unit mobil pemadam kebakaran.
“Personel berangkat pukul 19.13 dan tiba di lokasi pukul 19.28 untuk langsung melakukan proses pemadaman,” ujarnya.
Proses penanganan juga melibatkan sejumlah unsur lintas sektor, mulai dari relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga personel kepolisian.
Pemadaman Berlangsung Satu Jam
Untuk menjinakkan api yang membakar area seluas sekitar 60 meter persegi, petugas menghabiskan sekitar 10 ribu liter air.
Baca Juga: Musim Kemarau Mulai Melanda Kabupaten Malang, Damkar Minta Warga Stop Bakar Sampah Sembarangan
“Untuk memadamkan area yang terdampak, personel menggunakan sekitar 10 ribu liter air,” kata Pandu.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api telah membesar saat petugas tiba di lokasi. Kebakaran baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.29 WIB atau satu jam setelah proses pemadaman dimulai.
Seluruh Kerusakan Terjadi di Lantai Dua
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran menghanguskan berbagai barang milik penghuni.
Kasur, lemari, hingga tumpukan pakaian dilaporkan terbakar. Selain itu, sebagian struktur bangunan mengalami kerusakan cukup parah akibat kobaran api.
Baca Juga: Mayoritas Kebakaran di Kabupaten Malang Terjadi pada April-Mei, Kenapa?.
“Yang rusak dan terbakar semuanya berada di dua rumah di lantai dua, sementara bagian lantai satu tidak terdampak,” jelas Pandu.
Selain perabotan rumah tangga, bagian atap bangunan juga dilaporkan runtuh akibat terbakar.
Kerugian Ditaksir Rp 150 Juta
Berdasarkan pendataan awal, total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
Pandu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang digunakan sebagai hunian padat penduduk. Sebab, korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab kebakaran yang paling sering terjadi di Kota Malang.
“Kalau dihitung, kemungkinan ada kerugian sekitar Rp 150 juta,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian