Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hari Pertama Pertamax dan Pertamax Green Naik, Antrean Pertalite di Kepanjen Malang Belum Membeludak

Indah Mei Yunita • Rabu, 10 Juni 2026 | 17:39 WIB
Pengendara sepeda motor mengisis BBM di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Dilem, Kepanjen, Rabu (10/6). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)
Pengendara sepeda motor mengisis BBM di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, Dilem, Kepanjen, Rabu (10/6). (Indah Mei Yunita/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6) belum memicu lonjakan antrean Pertalite di wilayah Kepanjen. Sejumlah SPBU masih beroperasi normal dengan pola pembelian yang relatif sama seperti hari-hari sebelumnya, meski konsumen mengaku keberatan dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut.

Pantauan di SPBU 11 Jalan Jenderal Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, menunjukkan antrean kendaraan masih landai. Pengguna Pertamax maupun Pertalite tetap datang seperti biasa tanpa adanya peningkatan signifikan pada pembelian BBM subsidi.

Kenaikan Harga Dirasakan Konsumen

Salah seorang pengguna Pertamax, Rudi Harianto, mengaku cukup terkejut saat mengetahui harga BBM nonsubsidi naik drastis. Warga asal Kabupaten Bangkalan itu baru menyadari kenaikan harga setelah melakukan perjalanan menuju Kabupaten Malang.

“Biasanya isi Rp 50 ribu masih cukup jauh. Tadi baru sampai Kepanjen sudah habis,” ujarnya, Rabu (10/6).

Baca Juga: Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Warga Kota Malang Mulai Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite

Rudi mengaku tidak sempat mengikuti informasi kenaikan harga Pertamax yang sebelumnya dibanderol Rp 12.300 per liter. Saat melintas di wilayah Kota Malang, dia sempat melihat antrean Pertalite di sejumlah SPBU.

“Saya kaget kok banyak yang antre Pertalite,” katanya.

Meski demikian, dia mengaku belum berencana beralih ke BBM subsidi. Menurutnya, Pertamax masih menjadi pilihan demi menjaga performa kendaraan.

SPBU Sebut Pola Pembelian Masih Normal

Pengawas SPBU 11 Kepanjen, Zulkifli Imam Maulana, menyampaikan bahwa kenaikan harga Pertamax belum berdampak signifikan terhadap perilaku konsumen.

Baca Juga: Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Pengendara Bisa Tekan Pengeluaran dengan 10 Langkah Sederhana Ini supaya BBM Tetap Irit

Menurut dia, antrean Pertalite masih dalam kondisi normal dan belum terlihat adanya perpindahan massal pengguna Pertamax ke BBM subsidi.

“Di sini masih seperti hari-hari biasa. Antrean Pertalite tidak sampai panjang karena kenaikan harga. Pengisian Pertamax juga normal, belum ada pergeseran yang signifikan,” jelasnya.

Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, antrean Pertalite tercatat sekitar 20 sepeda motor yang terbagi dalam dua jalur pengisian. Sementara itu, di dispenser Pertamax hanya terlihat beberapa kendaraan yang melakukan pengisian.

Dampak Kenaikan Harga Masih Dinanti

Meski belum terlihat perubahan signifikan pada hari pertama penerapan harga baru, dampak kenaikan Pertamax diperkirakan baru akan terlihat dalam beberapa hari ke depan. Terutama saat masyarakat mulai menyesuaikan pengeluaran rutin untuk kebutuhan transportasi.

Baca Juga: Update Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Resmi Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Pertamax Green Tembus Rp 17.000 Per 10 Juni

Kondisi tersebut membuat pengelola SPBU masih menunggu perkembangan pola konsumsi BBM pasca-kenaikan harga yang cukup tinggi dibanding periode sebelumnya.

Editor : Aditya Novrian
#bbm nonsubsidi #Pertamax Rp 16.250 #SPBU Kepanjen #Pertalite Kabupaten Malang #Harga Pertamax Naik