KARANGPLOSO, RADAR MALANG – Sebanyak 2.590 petugas lapangan resmi diterjunkan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Malang. Pendataan yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 itu menjadi langkah penting untuk memperbarui basis data ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan investasi daerah.
Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi di Shanaya Resort, Karangploso, Rabu (11/6). Ribuan petugas tersebut akan melakukan pendataan secara langsung ke rumah tangga maupun pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Ribuan Petugas Siap Datangi Rumah dan Tempat Usaha
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang memastikan seluruh petugas yang diterjunkan telah melalui proses seleksi dan pelatihan sebelum turun ke lapangan.
Baca Juga: BPS Kota Malang: Naiknya Harga Cabai Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Bulan Mei
Kepala BPS Kabupaten Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, sebanyak 2.590 petugas telah disiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan SE26.
“Petugas SE26 Kabupaten Malang ada 2.590 orang. Mereka telah siap secara teknis maupun mental,” ujarnya.
Menurut Erny, para petugas dibekali pemahaman metodologi pendataan, teknik wawancara, hingga standar kualitas data agar hasil sensus dapat dipertanggungjawabkan.
Fokus Memotret Aktivitas Ekonomi Nonpertanian
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memetakan aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Pendataan mencakup berbagai jenis usaha, mulai skala mikro, kecil, menengah, hingga perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Malang.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, BPS Kabupaten Malang Antisipasi Penolakan dan Minimnya Partisipasi
Petugas akan mendatangi bangunan rumah tangga maupun tempat usaha untuk mengumpulkan informasi terkait karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, hingga kondisi kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Selama pelaksanaan sensus, petugas akan dilengkapi tanda pengenal resmi dan atribut khusus untuk memudahkan masyarakat mengenali petugas lapangan yang bertugas.
Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan
Bupati Malang HM Sanusi menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung kelancaran sensus ekonomi. Menurut dia, data yang valid menjadi fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“SE26 ini langkah strategis. Data yang akurat adalah kunci pembangunan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Karena itu, Sanusi mengajak seluruh pelaku usaha untuk menerima petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang jujur sesuai kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Pemkab Malang Gandeng Universitas Al-Qolam Kembangkan Desa Maslahah, Fokus pada Ekonomi dan SDM Desa
BPS Kabupaten Malang bersama Pemkab Malang berharap pelaksanaan SE26 mampu menghasilkan satu data ekonomi yang akurat dan komprehensif. Data tersebut nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan, penguatan investasi, hingga penyusunan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Malang.
Editor : Aditya Novrian