GONDANGLEGI, RADAR MALANG – Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) di Kabupaten Malang resmi dimulai. Bupati Malang HM Sanusi menjadi responden pertama yang didata petugas Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (15/6), sekaligus menandai dimulainya pendataan masyarakat dan pelaku usaha secara langsung hingga akhir Agustus mendatang.
Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan basis data ekonomi nasional. Data yang terkumpul nantinya akan digunakan pemerintah sebagai dasar perencanaan pembangunan, penyusunan program, hingga pengambilan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Sensus Ekonomi Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan
SE26 digelar untuk memotret kondisi riil aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai sektor. Hasil pendataan akan menjadi gambaran terkini perkembangan ekonomi daerah maupun nasional.
Bupati Malang H M. Sanusi menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan sensus tersebut. Menurutnya, kualitas data yang diperoleh sangat bergantung pada keterbukaan responden saat memberikan informasi kepada petugas.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kerahkan 2.590 Petugas di Kabupaten Malang
"Kami berharap seluruh masyarakat bisa memberikan jawaban yang sejujurnya. Data ini sangat dibutuhkan pemerintah untuk menyusun program dan rencana kerja. Kami berharap manfaatnya kembali kepada masyarakat," ujar Sanusi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik sekaligus memastikan identitas petugas sebelum memberikan data.
Pendataan Door to Door Dimulai 15 Juni
Pendataan lapangan secara langsung atau door to door mulai dilakukan pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebelumnya, pada Mei hingga Juni 2026, BPS telah melaksanakan pendataan terhadap usaha besar melalui mekanisme pengisian mandiri oleh masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Sensus Ekonomi Kerahkan 627 Petugas Berlangsung Empat Bulan, Sasar UMKM di Kota Malang
Petugas sensus akan mendatangi rumah tangga maupun pelaku usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait kegiatan ekonomi yang dijalankan.
Karena itu, masyarakat diminta memberikan data yang akurat dan sesuai kondisi sebenarnya. Informasi tersebut akan menjadi bahan penting dalam menyusun arah pembangunan ekonomi ke depan.
Dukungan Masyarakat Jadi Kunci Keberhasilan SE26
Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Semakin lengkap dan akurat data yang diperoleh, semakin tepat pula kebijakan yang dapat dirumuskan pemerintah.
Sanusi berharap seluruh warga Kabupaten Malang turut berpartisipasi aktif selama proses pendataan berlangsung. Menurutnya, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengetahui kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi daerah secara menyeluruh.
"Dengan data yang benar dan jujur, pemerintah bisa menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat," tegasnya.
SE26 sendiri menjadi salah satu agenda nasional yang dilaksanakan BPS untuk memperbarui basis data ekonomi Indonesia. Data hasil sensus akan menjadi referensi strategis dalam perencanaan pembangunan di berbagai sektor pada tahun-tahun mendatang.
Editor : Aditya Novrian