MALANG KOTA, RADAR MALANG – Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya memberikan ultimatum tiga hari kepada pemerintah untuk merespons lima tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Malang, Senin (15/6). Jika tidak mendapat jawaban yang dianggap memuaskan, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar.
Lebih dari 500 mahasiswa turun ke jalan dengan mengenakan pakaian serba hitam. Mereka menilai kondisi Indonesia sedang menghadapi berbagai persoalan serius, mulai ekonomi, tata kelola anggaran negara, hingga kebijakan publik yang dinilai tidak tepat sasaran.
Lima Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa
Tuntutan utama mahasiswa diawali dengan desakan agar pemerintah meningkatkan efisiensi dan transparansi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menekan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai masih membebani masyarakat.
Baca Juga: Seputar Demo Mahasiswa Dekat Bundaran HI, Lima Tuntutan yang Dihadang Polisi serta TNI
Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2026 Muhammad Azhar Zidan mengatakan, tuntutan berikutnya adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
"Kami beri waktu sampai tiga hari. Kalau tidak ada jawaban memuaskan dari pemerintah, kami kumpulkan massa lebih banyak lagi," tegas Zidan.
Mahasiswa juga menyoroti pengesahan regulasi yang dinilai membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan TNI dan Polri dalam jabatan sipil. Menurut mereka, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi kesempatan masyarakat sipil mengisi posisi strategis.
Tuntutan terakhir adalah permintaan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas berbagai persoalan yang dinilai belum terselesaikan.
Baca Juga: Update Demo May Day di Kota Malang: Buruh dan Mahasiswa Tuntut Cabut UU Cipta Kerja
Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta membawa poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah. Massa juga beberapa kali menyampaikan orasi secara bergantian di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Menurut Zidan, aksi kemarin bukan menjadi akhir dari gerakan mahasiswa. Mereka akan terus mengawal respons pemerintah terhadap tuntutan yang telah disampaikan.
Mahasiswa bahkan telah menyiapkan langkah lanjutan apabila dalam waktu tiga hari tidak ada tanggapan yang dianggap serius.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, aksi demo tersebut berjalan lancar dan damai. Mahasiswa yang datang tertib menyuarakan aspirasi dan dijaga oleh personel dari Polresta Malang Kota.
Editor : Aditya Novrian