Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bulan Ini Diprediksi Memasuki Puncak Musim Kemarau, 26 Kecamatan di Kabupaten Malang Terancam Karhutla

Indah Mei Yunita • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:35 WIB

 

Kebakaran hutan di lereng gunung Arjuno, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
Kebakaran hutan di lereng gunung Arjuno, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

 

KEPANJEN - Puncak musim kemarau diprediksi bakal terjadi bulan ini. Selain ancaman kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang juga melakukan pemetaan lokasi yang berpotensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasar hasil pemetaan, sekitar 29 persen wilayah di Kabupaten Malang terancam karhutla.

Seperti diberitakan, kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang karena fenomena El Nino. El Nino adalah fenomena ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik meningkat di atas kondisi normal. Sehingga El Nino menyebabkan kekeringan. Sebaliknya, La Nina terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik menurun di bawah kondisi normal. Sehingga pertumbuhan awan berkurang dan curah hujan meningkat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menyampaikan, 26 dari 33 kecamatan terancam karhutla. Luasan totalnya sekitar 1.043 kilometer persegi.

“Kecamatan paling luas yakni Sumbermanjing Wetan dengan luas 143,73 kilometer persegi, Pujon 109,18 kilometer persegi, dan Poncokusumo 100,70 kilometer persegi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, karhutla merupakan kebakaran permukaan ketika api membakar bahan bakar yang ada di atas permukaan. Misalnya serasah, pepohonan, semak-semak, dan lain-lain. Api tersebut kemudian menyebar tidak menentu secara perlahan di bawah permukaan, membakar bahan organik melalui pori-pori gambut dan melalui akar semak belukar/pohon yang bagian atasnya terbakar.

“Berkaca pada 2023 lalu, terdapat 92 titik lokasi bencana karhutla,” ucap Sadono.

Dia mengatakan, kebakaran terbesar yakni karhutla Gunung Arjuno. Luas lahan yang terbakar mencapai 5.094 hektare dengan jenis vegetasi semak belukar dan padang savana. Bencana tersebut mencakup wilayah Kabupaten Malang, Pasuruan, Batu, dan Kabupaten

Mojokerto.

Ada juga karhutla Gunung Bromo yang menghanguskan 504 hektare lahan dengan jenis vegetasi cemara gunung, bambu hutan, akasia, dan semak belukar. Bencana tersebut mencakup wilayah Kabupaten Malang, Probolinggo, Pasuruan dan Lumajang.

 “Sedangkan pada 2024, terdapat 18 titik lokasi kejadian bencana karhutla,” imbuhnya.

Ketika terjadi bencana, dia melanjutkan, pihaknya melaksanakan berbagai upaya penanggulangan. Di antaranya menyiapkan SK Bupati tentang status keadaan darurat bencana kekeringan dan karhutla. SK tersebut berdasar laporan kejadian bencana, laporan kaji cepat oleh tim reaksi cepat yang dikoordinasi oleh BPBD, serta permintaan usulan kebutuhan penanganan kekeringan dan karhutla dari kades yang diketahui oleh camat BPBD.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Karhutla Malang #Kebakaran hutan malang #Kebakaran malang