Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program Feeder Trans Jatim di Kota Malang Bisa Dibiayai APBD Provinsi

Andika Satria Perdana • Minggu, 21 Juni 2026 | 10:38 WIB
DITAWARI PEMPROV: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di depan Stasiun Malang Kota Baru, kemarin. Program feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim tengah disiapkan pemprov. (Darmono/Radar Malang)
DITAWARI PEMPROV: Salah satu Bus Trans Jatim melintas di depan Stasiun Malang Kota Baru, kemarin. Program feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim tengah disiapkan pemprov. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Rencana Pemkot Malang membenahi transportasi umum mendapatkan atensi Pemprov Jatim. Selain menggulirkan rencana koridor II Bus Trans Jatim, mereka juga punya wacana lain. Yakni menyediakan anggaran untuk program feeder (angkutan pengumpan) Bus Trans Jatim. 

Sama seperti program angkutan pelajar, pemprov juga berencana memaksimalkan armada angkot. Sebagai langkah awal, Pemprov Jatim sudah melakukan diskusi awal. Baik dengan Dishub Kota Malang maupun sopir angkot. 

Grafis Tawaran Feeder Trans Jatim dari Pemprov
Grafis Tawaran Feeder Trans Jatim dari Pemprov

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono mengatakan, dalam pembahasan awal itu, Pemprov Jatim memastikan kesiapannya menggelontorkan dana untuk pelaksanaan feeder angkot. Alasannya karena sebagai salah satu kota besar di Jawa Timur, transportasi umum di Kota Malang belum terintegrasi dengan baik. 

Selain itu, feeder juga bisa mendukung operasional Bus Trans Jatim. Dia menyampaikan, Pemprov Jatim tak tanggung-tanggung dalam program ini. Mereka menyiapkan anggaran untuk dua tahun. Mulai 2026 ini dan 2027 nanti. ”Untuk 2026 sifatnya uji coba, anggarannya melihat sisa pagu di dishub. Kalau 2027 anggarannya lebih besar, bisa sampai Rp 6 miliar,” jelasnya. 

Pria yang akrab disapa Ipung itu menerangkan, ada satu syarat yang harus dipenuhi Dishub Kota Malang agar program feeder itu berjalan. Yakni Pemkot Malang wajib menyediakan anggaran untuk tahun 2028. Sehingga operasionalnya tidak lagi ditanggung Pemprov Jatim. 

Baca Juga: Pemkot Malang Siapkan 10 Trayek Angkot untuk Feeder Trans Jatim

”Pada tahun 2026 dan 2027 istilahnya stimulus membantu Pemkot Malang. Kemudian pada 2028 bisa menggunakan APBD Kota Malang,” tuturnya. Menurut Ipung, wacana itu tentu disambut baik oleh sopir angkot. 

Sebab Pemprov Jatim tidak hanya memberikan perhatian dengan menyediakan Bus Trans Jatim. ”Karena itu kami meminta pemkot segera memberikan respons baik dengan wacana tersebut. Tinggal menyatakan kesiapan anggaran tahun 2028,” imbuh Ipung. 

Dia menekankan, kesempatan menjalankan program feeder lewat APBD Pemprov Jatim kemungkinan tidak datang dua kali. Sebab, beberapa daerah lain di Jawa Timur kemungkinan juga membutuhkan program tersebut. ”Kota Malang mendapatkan perhatian besar dari provinsi. Kami mendorong pemkot agar tidak melewatkan hal itu,” imbuhnya. 

Baca Juga: Disdikbud Kota Malang Keberatan Bus Halokes Jadi Feeder Trans Jatim

Dalam pembahasan awal beberapa waktu lalu, lanjut Ipung, belum dibahas secara teknis. Hanya dijelaskan gambaran anggaran yang hendak digelontorkan. Terkait jumlah armada maupun rute feeder akan dibahas lebih lanjut ketika sudah ada kesiapan dari Pemkot Malang.

”Namun harapan kami pertama ada penyesuaian rute angkot, sehingga bisa menjangkau kawasan perumahan. Kemudian angkot itu akan mengangkut penumpang ke titik-titik halte Bus Trans Jatim,” tambah Ipung. 

Saat dikonfirmasi, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra membenarkan kabar ada bahwa program feeder bakal menggunakan APBD Provinsi. Namun dia menyebut bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan terkait pelaksanaan program itu. ”Masih pembahasan awal, belum ada kesepakatan dengan provinsi,” ucapnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#Program Feeder #organda #Pemkot Malang #APBD