Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Disparbud Kabupaten Malang Cari Masukan Buyer Asia untuk Fokus Benahi Daya Saing Destinasi Wisata

Indah Mei Yunita • Kamis, 25 Juni 2026 | 13:57 WIB
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang (baju orange) berdialog dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada acara Travel Meet Asia (TMA) 2026. (Disparbud Kabupaten Malang)
Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang (baju orange) berdialog dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada acara Travel Meet Asia (TMA) 2026. (Disparbud Kabupaten Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang memanfaatkan ajang Travel Meet Asia (TMA) 2026 sebagai sarana mengevaluasi sekaligus meningkatkan daya saing destinasi wisata. Selain memperkenalkan potensi daerah, forum tersebut dimanfaatkan untuk menyerap masukan dari buyer dan pelaku industri pariwisata sebagai bahan penyempurnaan pengelolaan destinasi.

Langkah itu dilakukan karena promosi dinilai tidak cukup untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pengembangan produk wisata, kualitas pelayanan, hingga tata kelola destinasi menjadi faktor yang turut menentukan daya saing Kabupaten Malang di pasar wisata nasional maupun internasional.

Masukan Buyer Jadi Bahan Evaluasi Pengelolaan Destinasi

Disparbud Kabupaten Malang menilai forum business-to-business (B2B) seperti Travel Meet Asia menjadi kesempatan untuk memperoleh sudut pandang langsung dari pasar. Masukan dari buyer, agen perjalanan, hingga jaringan perhotelan akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan sektor pariwisata.

Baca Juga: Musim Libur Sekolah, 400 Wisatawan Serbu Sumber Maron di Kabupaten Malang

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, kebutuhan dan tren pasar terus berubah. Karena itu, pemerintah daerah perlu mendengar langsung masukan dari pelaku industri agar pengembangan destinasi sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

"Masukan dari para buyer dan pelaku pariwisata sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk, pelayanan, dan pengelolaan destinasi supaya semakin kompetitif," ujarnya.

Travel Meet Asia 2026 yang didukung Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Forum tersebut mempertemukan pemerintah daerah dengan buyer, agen perjalanan, hingga pelaku industri pariwisata dari berbagai negara di Asia.

Kabupaten Malang Ingin Lepas dari Identitas Wisata Bromo

Selain menjaring masukan, Disparbud juga memperkenalkan beragam destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Malang. Selama ini, wilayah tersebut lebih dikenal melalui kawasan Bromo, padahal masih memiliki banyak destinasi lain yang dinilai layak masuk dalam paket perjalanan wisata.

Baca Juga: Film Sekawan Limo 2 Diprediksi Dongkrak Kunjungan Wisata ke Kabupaten Malang, Ini Penjelasannya

Firmando menyebut Coban Sewu, kawasan pantai selatan, desa wisata, hingga sejumlah destinasi unggulan lain memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama pelaku industri pariwisata.

"Kami ingin semakin banyak pelaku industri pariwisata mengenal Kabupaten Malang tidak hanya memiliki Bromo. Ada juga Coban Sewu, pantai, desa wisata, dan destinasi unggulan lainnya yang layak menjadi pilihan," katanya.

Menurut dia, keberagaman destinasi tersebut juga diarahkan menjadi bagian dari promosi Wonderful Indonesia sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Target Kerja Sama Berkelanjutan dan Kunjungan Wisatawan

Keikutsertaan Kabupaten Malang dalam Travel Meet Asia tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan destinasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan asosiasi perjalanan, buyer, dan pelaku industri pariwisata.

Disparbud berharap kolaborasi tersebut mampu memperluas akses pasar wisata Kabupaten Malang sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Dampak lanjutannya diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

"Kami berharap keikutsertaan dalam Travel Meet Asia dapat menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan sehingga berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah," pungkas Firmando.

Editor : Aditya Novrian
#Travel Meet Asia 2026 #buyer pariwisata #kunjungan wisatawan #Disparbud kabupaten malang #wisata kabupaten malang