PAGAK, RADAR MALANG – Ancaman krisis air bersih yang hampir setiap tahun menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Malang mulai diantisipasi. Sedikitnya tujuh sumur bor dibangun di tiga kecamatan yang selama ini dikenal rawan mengalami kekurangan air saat musim kemarau.
Pembangunan sumur bor tersebut tersebar di Kecamatan Pagak, Sumbermanjing Wetan, dan Donomulyo. Salah satu titik diresmikan di Dusun Krajan, Desa Pagak, Kamis (25/6), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Difokuskan untuk Wilayah yang Sering Kekurangan Air
Pembangunan sumur bor menyasar desa-desa yang memiliki keterbatasan akses air bersih ketika musim kemarau tiba. Harapannya, warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada distribusi bantuan air bersih.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, program tersebut merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh air bersih.
Baca Juga: Warga Sumberngepoh Kecamatan Lawang Krisis Air Bersih
"Khususnya untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau maupun di wilayah yang pasokan airnya terbatas," ujarnya.
Empat sumur bor dibangun di Kecamatan Pagak, yakni di Desa Pagak, Sumbermanjing Kulon, Sumberejo, dan Gampingan. Dua titik berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, masing-masing di Desa Sumberagung dan Kedungbanteng. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo.
Dilengkapi Tandon dan Jaringan Distribusi
Setiap sumur bor dilengkapi tandon air berkapasitas 5.200 liter yang terhubung dengan jaringan distribusi menuju permukiman warga.
Menurut Taat, kapasitas tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga setiap hari.
Baca Juga: YDSF Resmikan Sumur Bor, Program Air Bersih Bidik Dusun Kalisangkrah Donomulyo Kabupaten Malang
"Dengan kapasitas tersebut, setiap titik sumur bor diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga setiap harinya," katanya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, jaringan air bersih itu juga akan dimanfaatkan oleh sekolah, pondok pesantren, hingga tempat ibadah di sekitar lokasi. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang rutin terjadi di sejumlah wilayah Malang Selatan setiap musim kemarau.
Editor : Aditya Novrian