KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemerintah Desa Pakisaji mulai membangun stadion desa secara bertahap dengan memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Proyek yang diawali dari pembenahan lapangan sepak bola itu diproyeksikan menjadi ruang olahraga sekaligus ruang publik baru bagi masyarakat tanpa bergantung pada Dana Desa (DD).
Pengerjaan telah berlangsung sekitar tiga pekan. Tahap awal difokuskan pada perataan lahan dan pembangunan fondasi di sekeliling lapangan. Pengembangan fasilitas lainnya akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran desa.
Dibangun Bertahap Mengandalkan PADes
Kepala Desa Pakisaji Juwari mengatakan, pembangunan stadion bertujuan menyediakan fasilitas olahraga yang lebih representatif sekaligus menghadirkan pusat aktivitas masyarakat di desa.
"Kami ingin Desa Pakisaji mempunyai ikon yang bisa diandalkan. Jadi kalau malam Minggu, warga tidak perlu jauh-jauh ke luar kota. Cukup refreshing di sini, kami perbaiki stadionnya," ujarnya.
Baca Juga: Pengaspalan halaman luar Stadion Kanjuruhan Malang Diperkirakan Akan Menghabiskan Dana Rp 1,6 Miliar
Lapangan yang dibangun memiliki ukuran 60 x 100 meter. Saat ini pemerintah desa menargetkan penyelesaian fondasi sebelum pelaksanaan bersih desa pekan depan agar area sekitar lapangan aman digunakan masyarakat.
"Saya tidak ingin ada warga yang tersandung atau terpeleset karena material tanah yang berserakan, apalagi jika turun gerimis," katanya.
Dana Desa Tidak Digunakan
Juwari menjelaskan, proyek tersebut sepenuhnya dibiayai menggunakan PADes. Keputusan itu diambil karena alokasi Dana Desa tahun ini mengalami penyesuaian, sehingga pembangunan diprioritaskan melalui pendapatan desa yang telah disepakati dalam musyawarah desa.
Baca Juga: Inilah Alasan Aparat Penegak Hukum Memelototi Area Parkir dan PKL Stadion Kanjuruhan Malang
"Pengalokasiannya juga bertahap melalui RKP Desa. Nilainya Rp 50 juta per tahun," jelasnya.
Setelah fondasi rampung, pembangunan akan berlanjut dengan penyediaan fasilitas pendukung, seperti sistem penyiraman rumput, lintasan jogging, serta lampu penerangan di empat sudut lapangan agar stadion dapat dimanfaatkan hingga malam hari.
Sebagai tahap awal, satu unit lampu percontohan dijadwalkan dipasang pada pekan depan.
"Meskipun kami membangun pelan-pelan secara mandiri dan kualitasnya belum sebagus Stadion Kanjuruhan, ilmunya tetap mengadopsi standar mereka," pungkas Juwari.
Editor : Aditya Novrian