KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemkab Malang mulai menyiapkan langkah agar manfaat proyek UPLAND (The Development of Integrated Farming System in Upland Areas) tetap berlanjut setelah program yang didukung lembaga internasional itu berakhir pada 31 Desember 2026. Keberlanjutan investasi pertanian menjadi perhatian agar kelompok tani penerima manfaat tetap mandiri tanpa bergantung pada proyek.
Persiapan tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Exit Strategy di Kota Malang, Senin (29/6). Forum itu menjadi tindak lanjut hasil supervisi dua lembaga pendanaan internasional, yakni International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB).
Keberlanjutan Program Jadi Fokus
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan, proyek UPLAND yang berjalan sejak 2021 telah memberikan dampak terhadap pengembangan pertanian di sejumlah wilayah dataran tinggi Kabupaten Malang.
Baca Juga: PLN UP3 Malang Gandeng Pemkab Malang Perkuat Infrastruktur Listrik dan Dukung Transisi Energi
"Berdasarkan data hingga Juni 2026, proyek UPLAND telah memberikan manfaat kepada lima gapoktan, 20 kelompok tani, dan dua Kelompok Wanita Tani (KWT)," ujarnya.
Program tersebut menjangkau Desa Pujon Kidul, Ngabab, dan Tawangsari di Kecamatan Pujon, serta Desa Purworejo dan Banjarejo di Kecamatan Ngantang. Seluruh kawasan itu dikembangkan sebagai sentra bawang merah.
Enam Strategi Disiapkan Pascaproyek
Menurut Budiar, pemerintah daerah kini menyusun sejumlah langkah agar hasil investasi yang telah dibangun tidak berhenti setelah proyek selesai.
Beberapa aspek yang dibahas meliputi pengelolaan aset, dukungan anggaran dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa, penguatan kelembagaan, kesetaraan gender, perbaikan gizi masyarakat, legalitas kelembagaan, hingga pengembangan hilirisasi produk pertanian.
"Penguatan kapasitas kelembagaan koperasi petani menjadi kunci utama agar mereka mandiri dalam hal permodalan dan pemasaran," katanya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong terbentuknya kemitraan yang berkelanjutan dengan off-taker atau pembeli hasil panen. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepastian pasar sekaligus stabilitas harga bawang merah setelah proyek UPLAND berakhir.
Editor : Aditya Novrian