Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gunung Semeru Erupsi hingga 60 Kali Sehari, Jalur Pendakian Masih Ditutup hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:39 WIB
Gunung Semeru erupsi pada Kamis (2/7) sore. (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
Gunung Semeru erupsi pada Kamis (2/7) pagi. (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

AMPELGADING, RADAR MALANG – Aktivitas Gunung Semeru masih tergolong tinggi. Hingga Kamis (2/7), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih mengalami puluhan kali erupsi setiap hari dengan semburan abu vulkanik mencapai ratusan meter. Kondisi tersebut membuat pendakian ke puncak Semeru masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Status Gunung Semeru juga belum berubah, yakni Level III atau Siaga. Berdasarkan pemantauan, aktivitas kegempaan dan erupsi masih terus terjadi sehingga masyarakat maupun wisatawan diminta tetap mematuhi rekomendasi dari otoritas vulkanologi.

Aktivitas Erupsi Masih Tinggi

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru masih mencatat aktivitas vulkanik yang cukup intens.

"Teman-teman dari Pos Pengamatan Semeru masih mencatat adanya gempa letusan atau erupsi. Dalam kurun waktu enam jam pencatatan saja jumlahnya bisa puluhan kali. Selain itu, masih muncul awan abu dengan ketinggian yang cukup signifikan," ujarnya.

Baca Juga: Begini Kondisi Belasan Pendaki Ilegal di Gunung Semeru yang Berhasil Ditemukan Petugas

Berdasarkan rekapitulasi aktivitas vulkanik sejak 25 Juni hingga 2 Juli, erupsi hampir terjadi setiap hari. Dalam satu periode pengamatan, jumlah letusan berkisar antara 11 hingga 60 kali dan disertai guguran material pijar maupun batuan panas dari kawah.

Aktivitas tertinggi tercatat pada 28 Juni dengan 60 kali erupsi dalam 24 jam. Gempa letusan saat itu memiliki amplitudo 10–23 milimeter dengan durasi 56–203 detik. Sehari sebelumnya, 27 Juni, tercatat 56 kali erupsi dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 55–177 detik.

Abu Vulkanik Mengarah ke Malang

Selain erupsi, Semeru juga beberapa kali memuntahkan abu vulkanik hingga ratusan meter di atas puncak.

Sadono menjelaskan, pada periode pengamatan Kamis (2/7) pukul 00.00-06.00 WIB, asap kawah utama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang dan tinggi sekitar 200-300 meter di atas puncak.

"Kolom abu teramati mengarah ke barat dan barat daya atau menuju wilayah Malang," katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan dampak kebencanaan yang signifikan di wilayah Kabupaten Malang akibat aktivitas tersebut.

BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sadono menegaskan, aktivitas vulkanik yang masih berlangsung merupakan karakteristik Gunung Semeru selama berstatus Siaga. Karena itu, masyarakat diminta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Baca Juga: TNBTS Menangkap Belasan Pendaki Ilegal di Jalur Gunung Semeru, Ini yang Harus Mereka Lakukan

"Sejauh ini kondisinya masih normal sesuai karakter aktivitas Semeru. Justru kalau aktivitasnya tiba-tiba berhenti total, itu yang perlu diwaspadai," tegasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar lereng Semeru, tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi, guguran material vulkanik, maupun sebaran abu selama aktivitas gunung api masih tinggi.

Editor : Aditya Novrian
#status Semeru #gunung semeru #bpbd malang #Pendakian Semeru #erupsi semeru