KEPANJEN – Beberapa hari terakhir, suhu di Bumi Arema lebih dingin dari biasanya. Suhu menggigil yang biasa disebut bediding diperkirakan akan terus berlangsung dan puncaknya terjadi pada Agustus depan. Itulah prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Linda Fitrotul mengatakan, fenomena alam tersebut merupakan siklus tahunan yang wajar ketika Indonesia memasuki periode kering.
“Udara dingin dipicu oleh pergerakan Angin Monsun Australia. Angin itu berembus membawa massa udara yang bersifat kering dan bersuhu rendah dari Australia menuju Asia melewati wilayah Indonesia,” kata Linda kemarin.
Selain faktor angin global, dia melanjutkan, kondisi langit lokal yang bersih tanpa awan turut mempercepat penurunan suhu pada malam hari. Kemudian pada siang hari, permukaan bumi menyerap panas matahari secara maksimal.
Namun, dia mengatakan, absennya tutupan awan pada musim kemarau membuat seluruh energi panas langsung terlepas kembali ke atmosfer tanpa ada penghalang ketika matahari terbenam. Akibatnya, pelepasan energi berlangsung instan dan memicu penurunan suhu udara secara signifikan dari malam hingga menjelang pagi.
"Saat ini masih masa awal transisi kemarau. Mulai Juli hingga September memang siklusnya seperti ini (dingin). Nanti akhir Juli menuju Agustus merupakan puncak musim kemarau, sehingga udara di Malang Raya akan jauh lebih dingin," kata Linda.
Berdasar data observasi BMKG dalam dua hari terakhir, suhu minimum di wilayah Karangploso menyentuh angka 15,8 derajat celsius. Sementara wilayah Kota Batu yang memiliki elevasi lebih tinggi mencatatkan suhu udara yang lebih dingin. Berada di kisaran 13,8 derajat celsius.
Dengan adanya fenomena tersebut, dia mengatakan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Menurut dia, udara kemarau yang dingin sekaligus kering sangat rentan memicu masalah kesehatan. Utamanya gangguan pernapasan, kulit kering, hingga dehidrasi. Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia disarankan membatasi aktivitas malam hari atau selalu mengenakan pakaian hangat guna mengantisipasi serangan udara dingin. (yun/dan).
Editor : Mahmudan