Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bedah Rumah Tak Cukup Andalkan APBD, Kwarcab Pramuka Kota Malang Siapkan Skema Gotong Royong

Andika Satria Perdana • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:31 WIB
Realisasi revitalisasi RTLH Gerakan Pramuka Kota Malang di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, beberapa waktu lalu. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)
Realisasi revitalisasi RTLH Gerakan Pramuka Kota Malang di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, beberapa waktu lalu. (Andika Satria Perdana/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Keterbatasan anggaran penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Malang mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Gerakan Pramuka Kota Malang menyiapkan skema gotong royong melalui program satu gugus depan satu bedah rumah sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengurangan RTLH.

Tahun ini, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Malang telah membantu rehabilitasi empat rumah warga. Ke depan, program tersebut akan diperluas secara bertahap dengan melibatkan gugus depan yang tersebar di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Bedah Rumah Dilakukan Bertahap Sesuai Kemampuan

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mengatakan, program tersebut tidak ditargetkan berjalan secara serentak. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing gugus depan dalam menghimpun dukungan dan pendanaan.

"Kami tidak berorientasi pada banyaknya rumah yang dibedah setiap tahun. Yang kami dorong adalah setiap gugus depan bisa hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Mulai Roadshow Perumahan dari Kota Batu, Fokus Genjot Rumah Subsidi dan Bedah Rumah

Menurut Ginanjar, pembiayaan bedah rumah tidak harus bergantung pada satu sumber. Dukungan dapat berasal dari organisasi Pramuka, Kwartir Daerah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), maupun partisipasi masyarakat.

"Kami upayakan satu gugus depan satu bedah rumah. Nilainya tidak harus selalu besar. Yang penting rumah warga menjadi lebih layak dihuni," katanya.

Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi media pendidikan karakter bagi anggota Pramuka melalui kegiatan gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Penerima Bantuan Mengacu Data DTSEN

Kwarcab memastikan calon penerima bantuan tidak dipilih secara sembarangan. Proses penentuan diawali dengan menggunakan data pemerintah melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga: Pramuka Kota Malang dan Jatim Bedah Empat Rumah di Dua Kecamatan

Ginanjar menjelaskan, penerima bantuan harus masuk kategori masyarakat di bawah desil 5 atau kelompok prasejahtera. Setelah itu, tim Pramuka akan melakukan verifikasi langsung untuk memastikan kondisi rumah dan tingkat kebutuhan penerima.

"Data pemerintah menjadi acuan awal. Setelah itu kami turun ke lapangan untuk memastikan kondisi rumah benar-benar membutuhkan bantuan," jelasnya.

Melalui mekanisme tersebut, bantuan diharapkan tepat sasaran sekaligus melengkapi program pengurangan RTLH yang selama ini juga dijalankan Pemerintah Kota Malang melalui pendanaan APBD dan dukungan berbagai pihak di luar pemerintah.

Editor : Aditya Novrian
#bedah rumah Kota Malang #RTLH Kota Malang #gugus depan #pramuka kota malang #DTSEN