MALANG KOTA - Setelah empat bulan pengerjaan, perbaikan Jembatan Sonokembang segera rampung. Jembatan di Jalan Simpang Sulfat Utara tersebut dijadwalkan akan beroperasi lagi pekan depan (15/7). Namun sebelumnya, jembatan bailey dibongkar terlebih dahulu.
Untuk diketahui, bailey berfungsi sebagai akses darurat selama pembangunan jembatan utama berlangsung. Letaknya berada persis di samping jembatan lama. Fasilitas ini merupakan bantuan dari Pemprov Jatim.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Dandung Djulharhanto mengatakan, sebagai persiapan akhir pembukaan Jembatan Sonokembang, pihaknya akan membongkar bailey. Selama masa pembongkaran, akses Jalan Simpang Silfat Utara akan ditutup.
"Pembongkaran jembatan bailey merupakan bagian akhir proses pembangunan Jembatan Sonokembang," ujarnya. Penutupan akses akan dimulai tanggal 9 Juli sampai 15 Juli.
Selama delapan hari penutupan, dia melanjutkan, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif. Ada dua opsi yang bisa dilintasi, yakni melalui Jalan Kapi Woro dan Jalan Terusan Batu Bara. Pengendara juga diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas agar arus kendaraan tetap lancar.
Dengan hampir rampungnya proyek itu, dia menilai masih sesuai target. Sebelumnya Pemkot Malang memperkirakan pengerjaan paling cepat selesai Juni lalu. Sedangkan paling lambat akhir Juli 2026. Anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan mencapai Rp 5,2 miliar.
Tak hanya mengganti struktur, proyek ini menghadirkan sejumlah peningkatan. Lebar jembatan diperluas menjadi 9 meter dengan panjang 20 meter. Elevasi jembatan juga dinaikkan sekitar satu meter, menyesuaikan kontur jalan. Sekaligus mengurangi risiko terdampak luapan sungai.
"Kanan dan kiri jalan ditambah trotoar untuk memberikan keamanan bagi pejalan kaki" terang Dandung.
Dia menambahkan, kehadiran jembatan diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah di Blimbing sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mengapresiasi proyek berjalan sesuai target. Dia meminta pemantauan dan pemeliharaan jembatan dilakukan secara intensif.
”Sampah yang menumpuk di bawah harus dibersihkan secara rutin. Agar struktur jembatan tidak tergerus,” tandasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan