MALANG, RADAR MALANG – Upaya mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satu langkah yang dinilai bisa dilakukan adalah mengenalkan pencak silat kepada pelajar sejak dini sebagai media pembentukan karakter sekaligus menanamkan nilai disiplin dan saling menghormati.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Malang H. M. Sanusi saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang periode 2026–2030 di NK Cafe, Karangploso, beberapa waktu lalu. Dia berharap kepengurusan baru IPSI tidak hanya berfokus mencetak atlet berprestasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menekan kasus bullying melalui pembinaan di sekolah.
Pencak Silat Dinilai Efektif Menanamkan Sikap Saling Menghormati
Sanusi mendorong IPSI mulai memperkenalkan pencak silat kepada siswa kelas IV hingga VI sekolah dasar serta pelajar SMP. Menurutnya, pembelajaran bela diri sejak usia dini bukan sekadar melatih kemampuan fisik, tetapi juga membangun karakter dan mengajarkan etika dalam berinteraksi.
"Lewat pendekatan ini, saya berharap aksi perundungan di sekolah bisa diantisipasi dan ditekan. Anak-anak diajarkan untuk saling menjaga, menghormati, dan melindungi sesama, bukan malah menyakiti," ujarnya.
Menurut Sanusi, nilai-nilai yang diajarkan dalam pencak silat dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk mengendalikan diri, menghargai orang lain, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
Bela Diri Bukan Alat untuk Menunjukkan Kekuatan
Dia menegaskan, pencak silat tidak boleh dipahami sebagai sarana untuk menunjukkan kehebatan atau mencari permusuhan. Sebaliknya, bela diri harus dimanfaatkan untuk melindungi diri dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Justru ini menjadi bekal untuk melindungi diri sendiri dan menebarkan kebaikan bagi lingkungan sekitar," katanya.
IPSI Didorong Turun ke Sekolah
Karena itu, Sanusi berharap kepengurusan IPSI Kabupaten Malang periode 2026–2030 memperluas perannya melalui kegiatan pembinaan di sekolah-sekolah. Selain menjaga tradisi olahraga prestasi, organisasi tersebut juga diharapkan menjadi mitra dalam membangun karakter pelajar dan membantu menekan angka bullying di lingkungan pendidikan.
Editor : Aditya Novrian