KEPANJEN, RADAR MALANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang mulai memperketat tata kelola keuangan cabang olahraga (cabor). Seluruh cabor kini diwajibkan memiliki rekening resmi organisasi sebagai syarat penerapan sistem e-budgeting dan peningkatan transparansi penggunaan anggaran pembinaan atlet.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas penyaluran dana pembinaan. Namun hingga saat ini, baru sekitar 10 persen dari total 68 cabang olahraga di Kabupaten Malang yang telah memiliki rekening resmi.
Rekening Resmi Jadi Syarat Penyaluran Anggaran
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, penggunaan rekening atas nama organisasi menjadi syarat penting dalam sistem pengelolaan keuangan yang kini diterapkan.
Menurutnya, mekanisme e-budgeting membutuhkan administrasi yang tertib agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: KONI Kabupaten Malang Benahi Tata Kelola, Cegah Kasus Penyalahgunaan Anggaran Terulang
"Saat ini, baru sekitar 10 persen dari total 68 cabor yang memiliki rekening resmi, dan sisanya akan ditertibkan secara bertahap," ujar Zulham.
Ia menjelaskan, kepemilikan rekening resmi akan memudahkan proses pelaporan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan dana pembinaan di masing-masing cabang olahraga.
KONI Ajukan Tambahan Anggaran Pembinaan Atlet
Di sisi lain, KONI Kabupaten Malang juga tengah mengusulkan penambahan anggaran pembinaan atlet melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
Baca Juga: Arema FC Women Incar Juara Grup setelah Lolos ke Semifinal Hydroplus Soccer League All-Stars
Saat ini, dukungan anggaran untuk 68 cabang olahraga tercatat sebesar Rp1,5 miliar per tahun. KONI mengusulkan tambahan Rp2,5 miliar sehingga total dana pembinaan menjadi Rp3,5 miliar.
Hingga pertengahan 2026, anggaran yang telah dicairkan mencapai sekitar Rp800 juta.
Menurut Zulham, pembenahan sistem administrasi keuangan dan penambahan anggaran harus berjalan beriringan agar pembinaan atlet semakin optimal.
Melalui penerapan rekening resmi organisasi dan sistem e-budgeting, KONI berharap penyaluran dana kepada seluruh cabang olahraga dapat berlangsung lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan pembinaan, termasuk pemenuhan gizi atlet, dapat terpenuhi sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan anggaran.
Editor : Aditya Novrian