WAGIR, RADAR MALANG – Bisnis peternakan telur puyuh di Bumi Kanjuruhan sedang tidak baik-baik saja. Operasional tinggi, sementara harga telur belakangan ini anjlok. Itulah yang dirasakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jaya Asri Jedong.
Menekuni budidaya telur puyuh sejak November 2025 lalu, kini mengelola 10.500 ekor. Dengan populasi tersebut, BUMDes menghasilkan ratarata 75 kilogram telur per hari.
Baca Juga: Harga Telur Ayam di Malang Naik
Direktur BUMDes Jaya Asri Jedong Saifut menyampaikan, harga telur puyuh sejak tiga bulan terakhir merosot hingga Rp 18.000 per kilogram.
Padahal normalnya menembus Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. “Padahal biaya operasional tinggi. Dalam satu hari kira-kira butuh Rp 2 juta,” ujar Saifut ditemui di kandang burung puyuh, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Jumat lalu (10/7).
”Untuk pakan Rp 1,8 juta, tenaga kerja Rp 150 ribu, dan biaya lain-lain Rp 50 ribu,” tambahnya.
Saat awal-awal harga anjlok, pihaknya sempat mencoba mengganti pakan yang lebih murah. Namun hasilnya menjadi tidak maksimal. Bahkan dalam satu hari bisa hanya menghasilkan 20 kilogram telur.
Imbas anjloknya harga, pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per hari. Dalam tiga bulan, dia sudah menomboki sekitar Rp 12 juta. Informasi yang di dengar dari para pedagang, anjloknya harga telur karena permintaan pasar menurun. Utamanya setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk menutupi kerugian tersebut, kami akan menjual hasil budidaya lele. Harga lele di pasar masih stabil, sekitar Rp 20.000 per kilogram. Namun bisa lebih tinggi jika ukuran lele besar, misalnya satu kilogram isi satu ekor,” kata Saifut.
Selain faktor harga, dia juga menyebut kendala teknis lain di lapangan. Utamanya faktor cuaca. Suhu dingin akhir-akhir ini juga diyakini mempengaruhi produktivitas puyuh. Namun, dia melanjutkan, pemeliharaan burung puyuh sebenarnya sederhana. Asalkan rutin diberi makan pagi dan malam, dapat berproduksi maksimal. ”Kebersihan kandang juga harus diperhatikan supaya puyuh tetap sehat dan bisa produk si telur dengan maksimal,” terangnya.(yun/dan)
Editor : A. Nugroho