Pemkab Malang Siapkan Wilayah Selatan Jadi Kawasan Industri Baru, Pembangunan Jalan Tol dan JLS Jadi Pengungkit Investor Mau Masuk

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:38 WIB
Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar (tengah) melihat maket pembangunan KEK industropolis Batang pekan lalu. (Prokopim Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)
Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar (tengah) melihat maket pembangunan KEK industropolis Batang pekan lalu. (Prokopim Kabupaten Malang for Radar Kanjuruhan)

 MALANG, RADAR MALANG – Pemkab Malang mulai menyiapkan transformasi Malang Selatan menjadi kawasan industri baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Langkah awal dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, sekaligus mempelajari pengelolaan kawasan industri yang sukses menarik investasi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Malang dan Pemkab Batang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar bersama sejumlah kepala perangkat daerah juga melakukan kunjungan ke KEK Batang yang pada triwulan I 2026 berhasil merealisasikan investasi senilai Rp3,3 triliun.

Pemkab Malang Belajar Pengelolaan KEK Batang

Budiar mengatakan, Kabupaten Malang hingga kini belum memiliki kawasan industri. Selama ini, wilayah tersebut hanya memiliki kawasan peruntukan industri sebagaimana diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Karena itu, pengalaman KEK Batang dinilai penting sebagai referensi dalam membangun kawasan industri di Kabupaten Malang.

Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen Diproyeksikan Bentuk Kawasan Ekonomi Baru, Harga Tanah Jadi Sorotan

"Kami tidak memiliki kawasan industri, karena di dalam RTRW hanya ada kawasan peruntukan industri. Kami ingin melihat KEK-nya Batang, dan kami juga ada MoU dengan Pemkab Batang untuk menyinergikan KEK," ujarnya.

Menurut Budiar, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Malang yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan wisata.

Infrastruktur Jadi Daya Tarik Investasi

Rencana pengembangan kawasan industri tersebut akan ditopang pembangunan infrastruktur strategis yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah. Jalan Tol Malang–Kepanjen telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Selain itu, ruas tol tersebut nantinya akan terhubung dengan Jalur Lintas Selatan (JLS) menuju Blitar dan Lumajang. Sementara pembangunan Jalan Gondanglegi–Balekambang ditargetkan rampung pada akhir 2026 sehingga dapat difungsikan pada awal 2027.

Baca Juga: Proyek Tol Malang–Kepanjen Masuk Prioritas Nasional, Pembebasan Lahan Ditarget Mulai Tahun Depan

Budiar mengakui, kawasan Malang Selatan selama ini berkembang lebih lambat dibanding wilayah Pantai Utara (Pantura) yang telah lebih dulu didukung jaringan jalan tol dan pelabuhan. Karena itu, peningkatan konektivitas diyakini menjadi faktor penting untuk menarik investor.

"Harapan kami, supaya investor itu mau berinvestasi dan membuka lapangan kerja baru," katanya.

Kolaborasi Antardaerah Perkuat Pengembangan Industri

Penjabat Sekda Kabupaten Batang Sri Purwaningsih menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kedua pemerintah daerah dapat saling bertukar pengalaman dalam mengembangkan kawasan industri sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

"Kami memang perlu berkolaborasi. Kami saling memberi masukan dan informasi di masing-masing daerah. Bahkan tadi juga disampaikan bahwa Kabupaten Malang punya lahan untuk dijadikan kawasan industri," ujarnya.

Editor : Aditya Novrian
KEK Batang kawasan industri Kabupaten Malang tol malang kepanjen malang selatan investasi kabupaten malang