MALANG KABUPATEN, RADAR MALANG – Tiga kebakaran lahan tebu terjadi di Kabupaten Malang dalam satu hari pada Selasa (21/7). Seluruh insiden berlangsung di lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Kepanjen, Bantur, dan Singosari. Berdasarkan hasil penanganan petugas, ketiga kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran daun tebu kering yang tidak diawasi hingga api merembet ke lahan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan, kejadian beruntun tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak membakar sampah atau sisa tanaman saat cuaca kering dan angin bertiup kencang.
Tiga Kebakaran Terjadi di Tiga Kecamatan
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, kebakaran pertama terjadi di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, sekitar pukul 10.50 WIB.
Baca Juga: Setelah Kebakaran, Pemkab Malang Akan Merehabilitasi TPS Pasar Turen dengan Biaya hingga Rp 4 Miliar
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden serupa kemudian dilaporkan di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari.
"Untuk luas lahannya bermacam-macam. Di Kepanjen sekitar 10 meter persegi, sedangkan di Bantur dan Singosari masing-masing sekitar 100 meter persegi," ujar Andik.
Pembakaran Daun Tebu Kering Jadi Penyebab
Menurut Andik, penyebab ketiga kebakaran tersebut memiliki pola yang sama.
Petugas menemukan adanya aktivitas pembakaran daun tebu kering atau daduk di sekitar lahan. Kobaran api kemudian membesar karena tertiup angin sehingga sulit dikendalikan.
Baca Juga: Cegah Kebakaran TPA Supit Urang, DLH Kota Malang Andalkan Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana
"Ada warga yang membakar daduk atau daun tebu kering di samping lahan tebu dan dekat permukiman. Karena angin yang kencang, api jadi tidak terkontrol," jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama pada musim kemarau ketika vegetasi kering sangat mudah terbakar.
Proses Pemadaman Capai Satu Jam
Damkar membutuhkan waktu berbeda untuk memadamkan api di setiap lokasi.
Kebakaran di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 15 menit karena luas lahan yang terbakar relatif kecil.
Sementara itu, proses pemadaman di Kecamatan Bantur dan Singosari memakan waktu sekitar satu jam. Selain area yang lebih luas, petugas juga harus memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa.
Baca Juga: Dua Hari, Malang Dilanda Tiga Kali Kebakaran hingga Aset Rp 120 Juta Melayang
"Luas lahan memengaruhi proses pemadaman. Kami juga harus membasahi area yang cukup luas untuk memastikan tidak ada sumber api tersembunyi yang bisa memicu kebakaran kembali," kata Andik.
Ia memastikan seluruh kebakaran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Damkar juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membersihkan lahan dan menghindari pembakaran terbuka untuk mencegah kebakaran serupa kembali terjadi.
Editor : Aditya Novrian