MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jawa Pos Radar Malang menggelar forum group discussion (FGD) bersama UP3 PLN Malang dan sejumlah perwakilan perangkat daerah Kota Malang, siang tadi (24/7). Mengambil tajuk Malang Bersinar: Berwisata Nir Emisi dalam Rangka Mengurangi Pencemaran. FGD tersebut berlangsung di Mini Block Office Kota Malang.
Dalam diskusi itu disampaikan, Kota Malang sedang berupaya mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai program. Salah satu sektor dilihat menyumbang emisi paling besar adalah transportasi.
Untuk mengurangi emisi dari transportasi, Pemkot Malang mulai melirik penggunaan kendaraan listrik. Manager UP3 PLN Malang Sendy Rudianto mengatakan, pihaknya mengapresiasi FGD yang diinisiasi dari Jawa Pos Radar Malang dan Pemkot Malang.
”Ini selaras dengan kami yang juga mengampanyekan penggunaan kendaraan listrik,” ucap Sendy. Menurutnya, animo penggunaan kendaraan listrik semakin meningkat saat ini. Satu indikasinya, terlihat dari transaksi pengisian daya kendaraan listrik yang meningkat 4 kali lipat di Malang Raya.
Sendy juga menyampaikan, pihaknya sangat siap mengakomodir stasiun pengisian daya untuk kendaraan listrik. Baik yang berada di fasilitas publik maupun pengisian daya di rumah. ”Kami juga menjamin bahwa ke depan tidak ada black out seiring bertambahnya sarana pengisian daya untuk kendaraan listrik. Kecuali jika ada force majeure,” sambungnya.
Selain itu Sendy juga menyebut, kebutuhan stasiun pengisian daya di Kota Malang masih kurang. Rencananya akan ada pengajuan penambahan dari pemkot.
Salah satu perwakilan perangkat daerah yakni Plh Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan, pihaknya termasuk yang membutuhkan kendaraan listrik. Terutama untuk skylift dan truk sampah. ”Kami akan mencoba mencarikan investor untuk penggunaan kendaraan listrik,” ucap Raymond.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pihaknya sudah memulai program untuk mengurangi emisi. Salah satunya setiap Jumat terdapat kewajiban gowes hingga penggunaan transportasi publik bagi perangkat ASN.
”Kemudian untuk masyarakat sudah ada Bus Trans Jatim dan yang sebentar lagi diimplementasikan adalah angkot gratis untuk pelajar,” beber Jaya. Beberapa upaya itu termasuk program unggulan dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. (mel/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang