Alun-Alun Kepanjen Malang Masuk Tahap Penentuan Lokasi, Lahan Sekitar Stadion Kanjuruhan Disurvei

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:21 WIB
Bupati Malang H M. Sanusi meninjau lahan untuk proyek Alun-Alun Kepanjen.
Bupati Malang H M. Sanusi meninjau lahan untuk proyek Alun-Alun Kepanjen.

KEPANJEN, RADAR MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mempercepat penentuan lokasi (penlok) pembangunan Alun-Alun Kepanjen. Sejumlah lahan di sekitar Stadion Kanjuruhan kini disurvei sebagai calon lokasi agar proses perencanaan dan penyusunan anggaran dapat dituntaskan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026.

Survei lapangan dilakukan pada 15 Juli lalu. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang M. Budiar Anwar bersama jajaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) meninjau sejumlah titik, mulai lahan di belakang Islamic Center, area persawahan di sisi selatan Stadion Kanjuruhan, hingga lapangan latihan di sisi barat stadion.

Penentuan Lokasi Jadi Tahap Paling Krusial

Selain meninjau calon lokasi alun-alun, rombongan juga mengecek akses jalan di sisi timur Stadion Kanjuruhan. Jalur tersebut diproyeksikan menjadi akses alternatif untuk mengurangi kemacetan saat stadion menggelar pertandingan maupun kegiatan berskala besar.

Baca Juga: Inilah Dua Lokasi yang Masuk Opsi Pembangunan Alun-Alun Kepanjen

"Itu kan kalau ada acara suka macet untuk masuk stadion. Di sana kan selalu ditutup, makanya kami buka untuk memperlancar arus lalu lintas," ujar Budiar.

Meski demikian, Budiar belum bersedia mengungkap hasil survei. Menurutnya, seluruh alternatif lokasi masih dikaji sebagai dasar penetapan lokasi pembangunan.

"Lebih pas kalau ditanya ke Bu Habibah sebagai leading sector," katanya.

Desain Alun-Alun Disiapkan setelah Penlok Rampung

Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Farid Habibah menjelaskan, pihaknya belum dapat menyusun desain Alun-Alun Kepanjen sebelum lokasi dipastikan. Saat ini beberapa alternatif lahan masih dalam tahap finalisasi sehingga penyusunan rancangan belum bisa dilakukan.

Baca Juga: DPRD Malang Sebut Proyek Alun-Alun Kepanjen Berjalan Lamban, Ini Tanggapan Bupati

"Kami menunggu penloknya. Sekarang masih finalisasi terkait lahan mana yang digunakan. Tidak mungkin kami menggambar untuk seluruh lahan yang disurvei," jelas Farid.

Setelah lokasi resmi ditetapkan, Pemkab Malang akan membuka sayembara desain yang melibatkan para konsultan untuk menentukan konsep terbaik bagi ruang terbuka publik tersebut.

Opsi Lahan Masih Dikaji, Pembebasan Tanah Bisa Dilakukan

Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tommie Herawanto mengatakan, survei dilakukan untuk memastikan aset milik pemerintah daerah mencukupi sebagai lokasi pembangunan Alun-Alun Kepanjen. Sejauh ini, opsi mengarah pada kawasan di belakang Stadion Kanjuruhan dan Islamic Center. Namun, pemanfaatan lapangan luar stadion juga masih menjadi alternatif.

"Kalau masih kurang cukup kami akan lakukan pembebasan lahan lagi," ujarnya.

Menurut Tommie, akses menuju kawasan alun-alun juga menjadi bagian penting dalam perencanaan. Jalur lingkar di sisi timur Stadion Kanjuruhan disiapkan agar kawasan baru tersebut terhubung dengan baik sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat Kecamatan Kepanjen.

Baca Juga: Dividen Pemkab Malang di Bank Jatim Tersedot ke Alun-Alun Kepanjen

Apabila terdapat tanah milik warga yang terdampak, pemerintah akan menyiapkan proses pengadaan lahan melalui mekanisme konsinyasi. Seluruh perencanaan, mulai penetapan lokasi, desain, hingga kebutuhan anggaran, ditargetkan selesai pada PAK APBD 2026. Setelah itu, pembangunan fisik Alun-Alun Kepanjen dijadwalkan dimulai pada 2027.

Editor : Aditya Novrian
alun-alun kepanjen PAK APBD 2026 penlok Alun-Alun Kepanjen stadion kanjuruhan Pemkab Malang