KEPANJEN, RADAR MALANG – Intensitas kebakaran di Kabupaten Malang meningkat dalam sepekan terakhir. Satpol PP Kabupaten Malang melalui petugas pemadam kebakaran (Damkar) mencatat 10 kejadian kebakaran pada periode 20–26 Juli, dengan mayoritas berupa kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah (TPS).
Meningkatnya jumlah kebakaran dipicu cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah membesar, terutama saat disertai embusan angin kencang dan aktivitas pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Kebakaran Lahan Mendominasi Selama Sepekan
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, dari 10 kejadian yang ditangani, enam di antaranya merupakan kebakaran lahan dan TPS lama. Selain itu, petugas juga menangani tiga kebakaran industri pengolahan kayu serta satu kebakaran rumah.
Baca Juga: Setelah Kebakaran, Pemkab Malang Akan Merehabilitasi TPS Pasar Turen dengan Biaya hingga Rp 4 Miliar
"Enam kejadian kebakaran pada lahan tebu dan TPS lama, lalu tiga industri, dan satu rumah," ujarnya, kemarin (26/7).
Kebakaran lahan tersebar di sejumlah kecamatan. Peristiwa pertama terjadi di TPS Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, pada 20 Juli. Sehari kemudian, api membakar lahan tebu di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, serta Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari.
Pada 24 Juli, kebakaran kembali terjadi di lahan bambu Desa Tunjungtirto. Di hari yang sama, TPS di Desa Ngenep kembali dilalap api.
Pembakaran Sampah Jadi Penyebab Utama
Menurut Andik, sebagian besar kebakaran lahan dipicu aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan hingga api merambat ke area sekitar karena tiupan angin.
Sementara itu, kebakaran TPS di Desa Ngenep diduga terjadi akibat penyalaan sendiri (self combustion). Tumpukan sampah menghasilkan gas metana yang bereaksi dengan suhu panas, kemudian api membesar akibat embusan angin.
Baca Juga: Cegah Kebakaran TPA Supit Urang, DLH Kota Malang Andalkan Limbah Susu untuk Tekan Gas Metana
Tiga Industri dan Satu Rumah Ikut Terbakar
Selain kebakaran lahan, Damkar juga menangani kebakaran rumah di Dusun Subo, Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, pada 23 Juli. Api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang masih menyala saat pemilik rumah tertidur.
Di sektor industri, kebakaran terjadi di tiga lokasi usaha pengolahan kayu, yakni di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran, dan Desa Jedong, Kecamatan Wagir.
"Yang di Lawang karena pembakaran sampah sisa kayu yang terkena angin. Di Pagelaran diduga akibat puntung rokok mengenai tumpukan kayu. Sedangkan di Wagir dipicu mesin pemotong kayu yang mengalami panas berlebih," jelas Andik.
Akibat tiga kebakaran industri tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta.
Baca Juga: Dua Hari, Malang Dilanda Tiga Kali Kebakaran hingga Aset Rp 120 Juta Melayang
Damkar Minta Warga Lebih Waspada saat Cuaca Panas
Damkar mengimbau masyarakat lebih berhati-hati selama musim kemarau dan cuaca panas. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas, terutama di kawasan lahan kering, permukiman, maupun area industri yang mudah terbakar.
Editor : Aditya Novrian