Livery Bus Trans Jatim Koridor II Malang-Kepanjen Resmi Dirilis, Ini Desainnya

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:38 WIB
JAGA KEBERSIHAN: Salah seorang armada Bus Trans Jatim singgah di shelter Terminal Hamid Rusdi, kemarin (7/7). (Nabila Amelia/Radar Malang)
JAGA KEBERSIHAN: Salah seorang armada Bus Trans Jatim singgah di shelter Terminal Hamid Rusdi. (Nabila Amelia/Radar Malang)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Bus Trans Jatim Koridor II yang diberi nama Kanjuruhan resmi mengusung identitas khas Kabupaten Malang melalui desain livery yang mengangkat empat ikon daerah. Armada yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 itu tidak hanya disiapkan sebagai moda transportasi massal, tetapi juga menjadi media promosi sejarah, budaya, dan kekayaan alam Bumi Kanjuruhan.

Desain tersebut telah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Secara tampilan, bus tetap mempertahankan warna dasar biru dengan kombinasi kuning keemasan seperti koridor Trans Jatim lainnya. Namun, ornamen pada bodi bus dirancang khusus untuk merepresentasikan karakter Kabupaten Malang.

Empat Ikon Kabupaten Malang Hiasi Livery Bus

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang Eko Margianto mengatakan, konsep visual yang diusung mengangkat tema Manunggal Jati Kanjuruhan. Filosofi tersebut menempatkan Kerajaan Kanjuruhan sebagai identitas utama yang mempersatukan unsur sejarah, budaya, dan alam Kabupaten Malang.

Baca Juga: Didatangi Serikat Sopir Angkot, Dishub Jatim Bakal Gelar Audiensi Besar Buntut Penolakan Bus Trans Jatim Koridor II

"Kami mengusung tema Manunggal Jati Kanjuruhan. Kerajaan Kanjuruhan sebagai kerajaan tertua di Jawa Timur menjadi jiwa utama yang menyatukan berbagai elemen lokal dalam satu harmoni visual," ujarnya.

Ada empat unsur utama yang menghiasi badan bus. Pertama, Candi Badut sebagai peninggalan Kerajaan Kanjuruhan abad ke-8. Kedua, ornamen Garudeya yang terinspirasi dari relief Candi Kidal sebagai simbol kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan. Ketiga, Tari Beskalan sebagai tari penyambutan khas Malang. Keempat, siluet lima gunung yang menggambarkan bentang alam sekaligus nilai spiritual masyarakat Kabupaten Malang.

Desain livery bus Trans Jatim Koridor II.
Desain livery bus Trans Jatim Koridor II.

"Secara keseluruhan, desain ini merupakan perpaduan antara warisan sejarah Kerajaan Kanjuruhan, kekayaan budaya Malangan, serta keindahan alam Kabupaten Malang," kata Eko.

Tak Sekadar Angkutan, Jadi Etalase Identitas Daerah

Menurut Eko, identitas visual tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Trans Jatim Koridor Kanjuruhan sebagai angkutan publik yang memiliki karakter lokal. Dengan demikian, masyarakat maupun pengguna dari luar daerah dapat lebih mengenal kekayaan budaya Kabupaten Malang melalui armada yang beroperasi setiap hari.

Baca Juga: Update: Operasional Bus Trans Jatim Malang Koridor II, Ini Kelanjutannya

Sebanyak 15 armada disiapkan untuk melayani koridor tersebut, terdiri atas 14 bus operasional dan satu unit bus cadangan. Seluruh armada akan melayani rute Terminal Hamid Rusdi–Bululawang–Gondanglegi–Terminal Talangagung.

Survei Halte Masih Berlangsung

Sebagai bagian dari persiapan operasional, Dishub Kabupaten Malang bersama Dishub Jawa Timur telah melakukan survei lokasi pemberhentian bus di sepanjang jalur layanan.

Hasil survei itu akan menjadi dasar penentuan titik halte dengan mempertimbangkan jarak antarperhentian, kebutuhan calon penumpang, serta masukan masyarakat. Pemerintah menargetkan seluruh persiapan dapat rampung sehingga Trans Jatim Koridor Kanjuruhan dapat mulai melayani masyarakat sesuai jadwal pada Oktober 2026.

Editor : Aditya Novrian
bus trans jatim malang Trans Jatim Koridor Kanjuruhan livery Trans Jatim Trans Jatim Oktober 2026 Dishub kabupaten malang