MALANG, RADAR MALANG – Polemik komentar bernada tidak berempati yang diduga ditulis dr. Herdiana Ayu Saputri, dokter fungsional di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, terus menuai sorotan publik. Komentar tersebut merupakan balasan atas unggahan Threads milik Yurizal Tri Chaerawan yang mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit. Belakangan, Hilda Aprianti Perdana, yang mengaku sebagai sepupu Yurizal melalui akun Threads miliknya, mengabarkan bahwa Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Selain mengkritik komentar yang viral di media sosial, sejumlah warganet juga mempertanyakan kualitas pelayanan di Puskesmas Pakisaji. Tak sedikit pula yang menilai permintaan maaf yang disampaikan pihak terkait kurang menunjukkan kesungguhan.

Di kolom komentar unggahan Instagram Puskesmas Pakisaji, sejumlah pengguna mengaku pernah mengalami pelayanan yang kurang memuaskan, mulai dari sikap petugas hingga penanganan pasien di fasilitas kesehatan tersebut.
Meski demikian, pengalaman yang dibagikan warganet tersebut merupakan klaim masing-masing pengguna media sosial dan belum dapat dijadikan gambaran menyeluruh terhadap kualitas pelayanan Puskesmas Pakisaji.

Sorotan publik juga mengarah pada permintaan maaf yang beredar di media sosial. Sejumlah warganet menilai klarifikasi tersebut terkesan kurang tulus setelah muncul dugaan bahwa isi pernyataan disusun menggunakan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dugaan itu mencuat setelah beredar tangkapan layar yang memperlihatkan indikasi penggunaan AI dalam penyusunan teks permintaan maaf.
Kasus ini pun memicu perdebatan di ruang publik mengenai pentingnya empati tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien, kualitas pelayanan kesehatan, hingga cara institusi menyampaikan klarifikasi saat menghadapi kritik masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang telah menonaktifkan sementara dr. Herdiana Ayu Saputri dari pelayanan medis di UPT Puskesmas Pakisaji selama proses klarifikasi dan pemeriksaan internal berlangsung. Di sisi lain, dr. Herdiana membantah sebagai penulis komentar yang viral dan mengklaim akun media sosialnya digunakan oleh pihak lain. Dugaan tersebut masih didalami oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Editor : Aditya Novrian