MALANG, RADAR MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menonaktifkan sementara dr. Herdiana Ayu Saputri dari pelayanan medis di UPT Puskesmas Pakisaji setelah diduga melontarkan komentar bernada tidak berempati kepada pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan. Tak lama kemudian Hilda Aprianti Perdana, yang mengaku sebagai sepupu Yurizal melalui akun Threads miliknya, mengabarkan bahwa Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Penonaktifan dilakukan sembari Dinkes menjalankan proses klarifikasi dan pemeriksaan internal terhadap dugaan pelanggaran disiplin tersebut. Sementara itu, UPT Puskesmas Pakisaji juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang menyeret salah satu tenaga kesehatannya.
Permintaan maaf tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi Puskesmas Pakisaji pada Rabu (5/8/2026). Dalam pernyataannya, pihak puskesmas menyampaikan penyesalan atas polemik yang terjadi serta memastikan kasus tersebut telah ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Puskesmas juga menegaskan insiden tersebut tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Baca Juga: Puskesmas Pakisaji Dikritik Publik, Permintaan Maaf Diduga Pakai AI dan Pelayanan Ikut Disorot
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Izzah El Maila, membenarkan bahwa dr. Herdiana merupakan dokter fungsional berstatus aparatur sipil negara (ASN) di UPT Puskesmas Pakisaji. Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal di akun Threads miliknya pada 22 Juli 2026. Ia mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap dan mengaku enggan menyebut nama rumah sakit karena menggunakan BPJS Kesehatan. Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah balasan yang dinilai tidak berempati dari beberapa akun yang diduga merupakan tenaga kesehatan, termasuk akun yang dikaitkan dengan dr. Herdiana.
Setelah kabar meninggalnya Yurizal beredar, unggahan permintaan maaf Puskesmas Pakisaji dibanjiri komentar warganet. Selain mengkritik dugaan komentar tidak berempati dari oknum tenaga kesehatan, sebagian publik juga menyoroti kualitas pelayanan puskesmas serta menilai permintaan maaf yang disampaikan kurang menunjukkan kesungguhan.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber